Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mereka mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, di Busan, Korea Selatan, Kamis (30/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERSPemerintah China menegaskan tetap menolak kemerdekaan Taiwan dan menyebut kemampuan Beijing untuk "menghancurkan" gerakan separatis di pulau itu tidak bisa dipatahkan.Pernyataan tersebut disampaikan Kantor Urusan Taiwan China pada Rabu (13/5), menjelang kedatangan Presiden AS Donald Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden China Xi Jinping pekan ini. Kepada Reuters, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Zhang Han, menegaskan Taiwan tidak pernah dan tidak akan menjadi negara terpisah dari China."Tidak peduli berapa kali Lai Ching-te mengulang kebohongannya, bahkan seribu kali pun, itu tetap kebohongan dan tidak akan pernah menjadi kebenaran," kata Zhang dalam konferensi pers di Beijing.Ia juga menegaskan Beijing memiliki tekad kuat untuk menentang kemerdekaan Taiwan."Tekad kami untuk menentang kemerdekaan Taiwan sekuat batu karang, dan kemampuan kami untuk menghancurkan kemerdekaan Taiwan tidak bisa dipatahkan," ujarnya.Ilustrasi Bendera Taiwan. Foto: AFPIsu Taiwan diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan Trump dan Xi Jinping selama dua hari di Beijing.China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak pernah mengesampingkan opsi penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut. Meski begitu, Beijing menyebut "reunifikasi damai" tetap menjadi pilihan utama.Di sisi lain, AS merupakan pendukung internasional utama Taiwan sekaligus pemasok senjata terbesar bagi pulau itu, meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.Pada Desember lalu, pemerintahan Trump mengumumkan paket penjualan senjata senilai USD 11 miliar atau setara Rp 181,5 triliun untuk Taiwan, yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah hubungan kedua pihak.