Sunggono Libatkan Kepala Desa dan Tokoh Agama Genjot Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mencari cara agar semakin banyak pekerja mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Kali ini, kepala desa, perangkat desa hingga tokoh agama diminta ikut berperan aktif menyosialisasikan pentingnya jaminan sosial kepada masyarakat, khususnya pekerja rentan dan sektor informal.Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai penting untuk memperluas pemahaman mengenai manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, masih banyak pekerja yang belum menyadari pentingnya perlindungan terhadap risiko kerja."BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar program, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja," ucapnya, Selasa (30/6/2026). Menurut Sunggono, perlindungan tersebut tidak hanya memberikan santunan ketika terjadi kecelakaan kerja atau kematian, tetapi juga membantu menjaga kondisi ekonomi keluarga yang ditinggalkan.Karena itu, ia berharap sosialisasi tidak hanya dilakukan pemerintah daerah. Peran pemerintah desa hingga tokoh masyarakat dinilai akan lebih efektif karena bersentuhan langsung dengan warga."Kami mendorong kepala desa, perangkat desa hingga tokoh agama ikut menyampaikan manfaat program ini kepada masyarakat. Semakin banyak yang memahami, semakin besar pula cakupan perlindungan bagi para pekerja," katanya.Pemkab Kukar sendiri terus menambah jumlah pekerja rentan yang didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui pembiayaan APBD. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi, namun belum mampu membayar iuran secara mandiri.Sunggono menegaskan, upaya memperluas kepesertaan akan terus dilakukan secara bertahap. Selain memperkuat sosialisasi, pemerintah daerah juga menyiapkan penambahan kuota penerima manfaat agar semakin banyak pekerja yang dapat dijangkau."Harapan kami, tidak ada lagi pekerja yang merasa jaminan sosial itu tidak penting. Ketika risiko datang, mereka sudah memiliki perlindungan sehingga beban keluarga tidak semakin berat," tutupnya. (*)