Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin di Hanoi, Berlaku 2028

Wait 5 sec.

Pengendara sepeda motor yang mengenakan helm menunggu lampu hijau di sebuah persimpangan di pusat kota Hanoi (15/11/2008). Foto: Hoang Dinh Nam/AFPPemerintah Vietnam memutuskan menunda penerapan larangan bagi sepeda motor berbahan bakar bensin yang tidak memenuhi standar emisi di ibu kota Hanoi. Semula kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Juli 2026 ini, namun kini diundur menjadi 2028.Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah Vietnam dalam menekan polusi udara sekaligus memberi waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.Berdasarkan laporan NHK, pemerintah kota Hanoi akan menerapkan kawasan rendah emisi (Low Emission Zone/LEZ) secara bertahap dalam tiga fase.Motor yang parkir di trotoar Hanoi, Vietnam. Foto: Fitra Andrianto/kumparanPada tahap pertama yang dimulai tahun ini, pemerintah akan fokus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penerapan kawasan rendah emisi. Selanjutnya pada 2027, pembatasan mulai diberlakukan terhadap sepeda motor komersial yang tidak memenuhi ketentuan emisi.Sementara itu, larangan bagi sepeda motor bensin yang tidak memenuhi standar emisi baru akan diterapkan mulai 2028.Sebelumnya, pemerintah Vietnam berencana membatasi operasional sepeda motor berbahan bakar bensin di sebagian kawasan pusat kota Hanoi pada jam-jam tertentu mulai Juli 2026. Namun rencana tersebut kini direvisi agar proses transisi menuju kendaraan yang lebih bersih dapat berlangsung lebih bertahap.Motor yang parkir di trotoar Hanoi, Vietnam. Foto: Fitra Andrianto/kumparanSebagai bentuk dukungan, pemerintah Hanoi juga menyiapkan sejumlah insentif bagi masyarakat. Warga berpenghasilan rendah yang ingin mengganti sepeda motor lamanya akan memperoleh bantuan hingga sekitar US$760 atau setara Rp 13,6 juta (kurs Rp 17.956 per dolar AS).Tak hanya itu, pemerintah kota juga berencana menyediakan layanan transportasi umum gratis saat hari libur besar dan agenda nasional hingga 2030. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sekaligus mempercepat perbaikan kualitas udara di Hanoi.