Mitratel Tebar Dividen Rp 2,08 T, Capai 98 Persen dari Laba Bersih 2025

Wait 5 sec.

Public Expose Mitratel di Telkom Hub, Jakarta pada Selasa (30/6). Foto: Argya Maheswara/kumparanPT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 25,6 per saham atau setara dengan Rp 2,08 triliun. Angka tersebut setara dengan 98 persen laba bersih perseroan tahun ini.Hal tersebut juga sudah diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel, Ian Sigit Kurniawan menjelaskan hal itu merupakan langkah Mitratel untuk memastikan pengembalian investasi bagi para pemegang saham.“Kita selalu komitmen di prospektus kita bahwa kita akan bayarkan dividen 70 persen gitu ya, itu yang pertama kemudian atas 70 itu pun ini sebagai bentuk apresiasi kita atas kepercayaan pemegang saham gitu ya kita berikan (tambahan) dividen spesial 28 persen gitu ya. Ini jadi komitmen kita juga untuk maintain bagaimana para pemegang saham ini mempunyai kepastian pengembalian atas investasi,” kata Ian dalam Public Expose Mitratel di Telkom Hub, Jakarta pada Selasa (30/6).Adapun sepanjang tahun buku 2025, Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp 9,53 triliun, EBITDA sebesar Rp 7,83 triliun, serta laba bersih sebesar Rp 2,12 triliun.Di samping itu, Direktur Utama Mitrate, Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan bahwa RUPST juga menyetujui penambahan kegiatan usaha melalui penyesuaian KBLI, termasuk pengembangan layanan Power-as-a-Service (PaaS).“Artinya kita melihat ada opportunity yang banyak yang ada di sekitar industri tower ini. Nah kita melihat apa sih benefit dan manfaat yang bisa kita berikan ke operator sehingga operator mobile itu semakin kompetitif. Sehingga kita mencoba untuk mengelaborasi semua potensi itu menjadi sumber pertumbuhan yang baru di Mitratel,” kata sosok Theodorus dalam acara tersebut.Ia juga memberikan beberapa target Mitratel di tahun 2026. Di antaranya adalah keberadaan rencana Capex di luar Capex anorganik sebesar Rp 2,9 triliun, penambahan tenant organik sebanyak lebih dari 2.500 serta penambahan panjang billable fiber optik.“Terus jumlah fiber yang kita mau panjang yang mau kita gelar itu sekitar 9 ribu (9 km) terus kita juga nanti akan masuk ke fix wireless dan juga energy solution dan sebagainya,” ujarnya.Ilustrasi Mitratel. Foto: ShutterstockSebagai bagian dari strategi jangka panjang tersebut, RUPST juga menyetujui penambahan kegiatan usaha melalui penyesuaian KBLI, termasuk pengembangan layanan Power-as-a-Service (PaaS). Langkah ini menjadi fondasi penting dalam memperluas kapabilitas bisnis Perseroan sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru melalui pengembangan solusi infrastruktur digital dan energi yang lebih terintegrasi.Selain tetap menjadikan bisnis menara telekomunikasi sebagai inti usaha, Perseroan juga terus memperkuat kapabilitas pada layanan fiber connectivity, managed services, digital infrastructure, serta solusi energi berkelanjutan guna menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.“Transformasi menuju Next-Generation Tower Company bukan sekadar perluasan portofolio bisnis, tetapi merupakan evolusi strategi Perseroan untuk menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi. Dengan menggabungkan kapabilitas menara telekomunikasi, fiber connectivity, managed services, digital infrastructure, dan solusi energi berkelanjutan seperti Power-as-a-Service, Mitratel siap menjadi mitra utama dalam mendukung percepatan digitalisasi Indonesia sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan,” kata Theodorus.RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris perseroan guna semakin memperkuat tata kelola perusahaan, memperkokoh kepemimpinan, serta mendukung agenda pertumbuhan jangka panjang Perseroan. RUPST mengangkat Noorhayati Candrasuci sebagai Direktur Investasi yang baru menggantikan Hendra Purnama.“Ada satu direksi baru yang ditugaskan di Mitratel, yang sudah sangat paham industri mobile dan industri telekomunikasi secara keseluruhan. Manajemen dan pemegang saham mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Bapak Hendra Purnama selama ini,” ujar Theodorus.Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan:Direktur Utama: Theodorus Ardi HartokoDirektur Bisnis: Agus WinarnoDirektur Keuangan: Ian Sigit KurniawanDirektur Operasi & Pembangunan: Hastining Bagyo AstutiDirektur Investasi: Noorhayati CandrasuciDirektur Pengelolaan Aset: Fandi WijayaMitratel optimistis akan terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara sekaligus menjadi Next-Generation Tower Company yang menghadirkan solusi infrastruktur digital terintegrasi. "Perseroan berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham, serta mendukung percepatan pembangunan ekosistem digital Indonesia," jelasnya.