Genjot Ekonomi Kreatif, Dispar Kaltim Bidik Pendapatan Rp41,6 Miliar pada 2026

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur menargetkan peningkatan pendapatan sektor ekonomi kreatif (ekraf) pada 2026 menjadi Rp41,6 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp36,84 miliar.Target tersebut didorong oleh perkembangan 17 subsektor ekonomi kreatif yang selama ini menjadi penopang pertumbuhan, mulai dari aplikasi, pengembang gim, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan dan periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, hingga televisi dan radio.Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khaliq, mengatakan sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan tren positif dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian daerah. Hal itu tercermin dari peningkatan kontribusi ekraf terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur.“Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDRB Kalimantan Timur mengalami peningkatan dari 5,63 persen pada 2024 menjadi 6,19 persen pada 2025,” ujar Awang Khaliq, pada Kamis (2/7/2026).Untuk mencapai target pendapatan tahun ini, Dispar Kaltim menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah mempercepat transformasi digital di sektor ekonomi kreatif melalui penguatan kapasitas talenta digital serta dukungan pendanaan bagi program inkubasi start-up kreatif.Di sisi lain, digitalisasi UMKM kreatif juga terus didorong melalui pengembangan pemasaran daring, pemanfaatan QRIS dalam transaksi, integrasi layanan logistik, hingga penyediaan katalog produk digital. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar.Dispar Kaltim juga memberi perhatian pada pengembangan sektor desain dan arsitektur dengan mendorong lahirnya inovasi melalui kompetisi, pendampingan usaha, kemitraan antara industri dan perguruan tinggi, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan.“Kami terus memperkuat berbagai subsektor ekonomi kreatif agar mampu tumbuh lebih cepat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional,” kata Awang.Selain itu, penguatan media kreatif dan seni budaya dilakukan melalui optimalisasi Temindung Creative Hub sebagai pusat produksi dan inkubasi berbagai karya kreatif, seperti film, animasi, televisi, radio, podcast, serta fotografi. Fasilitas tersebut juga akan menjadi pusat penyelenggaraan festival konten daerah secara rutin.Pengembangan ekonomi kreatif berbasis lapangan usaha turut diarahkan pada modernisasi industri pengolahan, terutama sektor makanan, roti, kue, dan kuliner. Pemerintah juga berupaya mempercepat pembangunan jaringan internet di wilayah terpencil guna membuka akses pasar digital yang lebih luas bagi pelaku usaha.“Kami juga melakukan pengembangan ekonomi kreatif berbasis lapangan usaha dengan modernisasi industri pengolahan, memperkuat konektivitas internet di daerah, serta mengoptimalkan distribusi produk melalui ritel modern, e-commerce, dan berbagai platform pasar digital,” jelasnya.Sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal, Dispar Kaltim juga mendorong pembentukan pusat produksi bersama berbasis sentra UMKM di seluruh kabupaten dan kota. Program tersebut dibarengi dengan peningkatan standar kualitas produk, perbaikan kemasan, sertifikasi halal, serta pemenuhan aspek kesehatan dan keamanan pangan.Tidak hanya itu, pemerintah juga memfasilitasi pelaku usaha untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), memperkuat identitas merek, serta membuka akses yang lebih luas ke jaringan ritel modern dan rantai pasok strategis, termasuk peluang pasar yang berkembang di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).“Termasuk memfasilitasi kepemilikan NIB, penguatan merek, perluasan akses ke rantai pasok, hingga membangun konektivitas pasar dengan kawasan IKN agar produk ekonomi kreatif Kalimantan Timur semakin kompetitif,” pungkas Awang. (*)