BorneoFlash.com, JAKARTA - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi dalam negeri dan kesejahteraan petani. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor dan menjaga kedaulatan pangan nasional.Hanif mengatakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara bertahap membangun basis produksi berbagai komoditas pangan yang selama ini bergantung pada impor.Menurut Hanif, Indonesia tidak boleh mengandalkan pangan impor hanya karena harganya lebih murah. Pemerintah memilih memperkuat produksi dalam negeri agar ketahanan pangan tetap terjaga."Ketahanan pangan harus berpihak kepada masyarakat, bukan bergantung pada pangan impor yang lebih murah," ujarnya.Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui kebijakan harga yang menguntungkan. Perum Bulog menyerap gabah kering panen (GKP) seharga Rp6.500 per kilogram untuk menjaga pendapatan petani sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah yang kini mencapai 5,1 juta ton.Harga pembelian tersebut naik dari HPP sebelumnya sebesar Rp5.500 per kilogram sebagai upaya meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani.Selain itu, pemerintah memberikan diskon 20 persen pupuk bersubsidi, menyalurkan benih unggul dan alat mesin pertanian (alsintan), memperbaiki jaringan irigasi, menyediakan kredit usaha tani berbunga ringan, serta memperkuat pendampingan penyuluh pertanian.Hanif menegaskan ketahanan pangan hanya dapat terwujud jika petani terus berproduksi dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah. (*)