BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan swasembada pangan Indonesia semakin kuat setelah Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras Januari–Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton."Produksi pangan nasional terus meningkat. Arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera," kata Amran di Jakarta, Kamis.Menurut Amran, kenaikan produksi beras merupakan hasil percepatan tanam, perbaikan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, serta kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah yang berpihak kepada petani.Ia menambahkan, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga memproyeksikan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di dunia.Pemerintah akan terus memperkuat pembangunan irigasi, memperluas areal tanam, mengoptimalkan lahan, meningkatkan mekanisasi, menggunakan benih unggul, dan memperkuat hilirisasi pertanian untuk menjaga tren produksi pangan.Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan peningkatan produksi beras didukung bertambahnya luas panen dan produksi padi.BPS mencatat produksi beras pada Mei 2026 mencapai 2,84 juta ton. Potensi produksi beras Juni–Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,42 juta ton atau naik 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Secara kumulatif, produksi padi Januari–Agustus 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling (GKG), sedangkan luas panen mencapai 8,35 juta hektare atau meningkat 0,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. (*)