Idap Stroke, Lansia di Jambi Tewas Terjebak Kebakaran di Rumah

Wait 5 sec.

Ilustrasi Kebakaran. Foto: ShutterstockSeorang lansia bernama Abasri (70) meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumahnya yang terbakar di Kampung Teluk Betung RT 004, Desa Tepian Danto, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi pada Senin (29/6) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban tidak sempat menyelamatkan diri karena mengalami stroke.Saat kebakaran terjadi, istri korban, Sudas, berupaya mengevakuasi suaminya. Namun usahanya tidak berhasil lantaran kondisi korban yang sudah lemah dan tidak dapat bergerak. Sudas juga mengaku sempat melihat percikan api dari bagian atas dapur sesaat sebelum kobaran api membesar.Berdasarkan keterangan saksi, sebelum api membakar rumah, terdengar suara ledakan keras yang diduga berasal dari tangki sepeda motor yang berada di dalam rumah. Dua warga setempat, Rosida Wati dan Herpan, yang mendengar ledakan langsung keluar dari rumah masing-masing dan mendapati api telah melalap bangunan semi permanen milik korban.Warga kemudian bergotong royong memadamkan api sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi. Saat personel Polsek Jujuhan datang untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TKP), api telah berhasil dipadamkan.Kapolsek Jujuhan AKP Budi Santoso mengatakan, pihaknya langsung melakukan serangkaian tindakan setelah menerima laporan dari masyarakat.“Personel mendatangi lokasi kejadian, melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Bungo untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.Selain menewaskan satu orang, kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah semi permanen berukuran sekitar 4x6 meter, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, serta berbagai peralatan rumah tangga. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 70 juta.Jenazah Abasri kemudian disemayamkan di Masjid Al-Muttaqin Desa Tepian Danto sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.Kapolsek menambahkan, pihaknya telah menyarankan agar dilakukan visum maupun autopsi untuk kepentingan penyelidikan. Namun, keluarga korban menolak dan akan membuat surat pernyataan penolakan autopsi.Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.