AS Tetapkan Geng Ekuador Chone Killers Sebagai Organisasi Teroris

Wait 5 sec.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio selama pertemuan dengan para menteri luar negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk di The Ritz-Carlton Bahrain untuk membahas kesepakatan sementara antara AS dan Iran dengan sekutunya, Kamis (25/6/2026). Foto: Eric Lee/REUTERSMenteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan negaranya telah menetapkan geng Ekuador, Chone Killers, sebagai organisasi teroris asing. Rekam jejak kejahatan yang dilakukan geng tersebut menjadi alasannya."Geng tersebut telah melakukan banyak serangan yang menargetkan warga sipil, petugas penegak hukum, dan pejabat pemerintah, termasuk pembunuhan pejabat publik tingkat tinggi," kata Rubio dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP, Kamis (2/7).Rubio juga mengatakan kelompok tersebut dicap sebagai teroris global. Penetapan ini membuat para pemimpin Chone Killers dan siapa pun yang terkait dengan mereka dapat dikenai sanksi AS dan penuntutan pidana."Pemerintahan Trump, bekerja sama dengan Ekuador dan Presiden Daniel Noboa, akan terus melindungi belahan bumi kita dengan menjaga agar narkoba ilegal tidak beredar di jalanan kita dan mengganggu aliran pendapatan yang mendanai teroris narkoba yang melakukan kekerasan," kata Rubio.Ekuador telah berubah dari salah satu negara teraman di Amerika Selatan menjadi pusat perdagangan kokain utama, yang dilanda geng-geng yang terkait dengan kartel Meksiko dan Kolombia.Noboa, sekutu setia Presiden AS Donald Trump, telah memberlakukan jam malam dan mengerahkan militer ke beberapa provinsi untuk menindak kelompok kriminal tersebut. Langkah ini didukung AS.Pemerintahan Trump telah menetapkan sejumlah geng dan kartel narkoba Amerika Latin lainnya sebagai organisasi teroris, termasuk Tren de Aragua dari Venezuela dan kartel Sinaloa dari Meksiko.