Bukan Penolakan yang Melukai Kita, Melainkan Penilaian yang Keliru

Wait 5 sec.

Ada satu kebiasaan yang diam-diam menguras banyak energi dalam hidup kita: menjadikan penilaian orang lain sebagai ukuran nilai diri. Kita merasa bahagia ketika diterima, tetapi kehilangan arah ketika ditolak. Kita terus berusaha menjadi pribadi yang disukai semua orang, seolah-olah penerimaan mereka adalah syarat agar hidup kita memiliki arti.Padahal, ada kenyataan yang sering terlupakan. [b]Kita hidup pertama-tama untuk menjalani hidup kita sendiri, baru kemudian memberi arti bagi kehidup...selengkapnya