BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyambut hangat kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 yang tengah melaksanakan pengabdian masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim).Sebanyak satu tim KKN-PPM UGM bernama Pelita Nusantara menjalankan program pengabdian di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang mencakup tiga desa, yakni Desa Bukit Raya, Desa Sukaraja, dan Desa Wonosari. Kehadirannya bertujuan mendukung pembangunan masyarakat, melalui berbagai program berbasis ketahanan pangan dan digitalisasi.Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa, agar memanfaatkan momentum KKN sebagai sarana belajar, sekaligus mengabdi kepada masyarakat.Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN-PPM UGM di Kalimantan Timur. Berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini, untuk memperluas wawasan, berbagi ilmu, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Sepaku sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.Tak hanya itu, sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga program-program KKN mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan Kalimantan Timur.Sementara itu, Koordinator tim, Christian Pradana Putra Malau, mahasiswa Fakultas Teknik UGM Program Studi Teknik Geodesi, menjelaskan bahwa kunjungan ke Balikpapan dilakukan untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Balikpapan, guna mendukung pelaksanaan program kerja selama KKN. lihat foto Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo bersama Tim KKN-PPM UGM di Bondy Restaurant Balikpapan, pada Selasa (30/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri"Kami datang ke Balikpapan untuk mencari dukungan dan sponsor bagi program-program kerja yang akan kami laksanakan. Kebetulan kami juga bersilaturahmi dengan Bapak Wakil Wali Kota yang juga merupakan bagian dari Keluarga Alumni Gadjah Mada atau KAGAMA, sehingga kami berharap beliau dapat berpartisipasi dan memberikan dukungan terhadap kegiatan kami," ujar Christian di Bondy Restaurant Balikpapan, pada Selasa (30/6/2026).Salah satu program unggulan yang akan diselenggarakan adalah Festival Senandika Nusantara, sebuah kegiatan yang mengangkat semangat kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat. Festival tersebut akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 1 Agustus 2026 dengan agenda Fun Run yang direncanakan mengambil lokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), serta pada 2 Agustus 2026 yang akan diisi dengan festival budaya menampilkan beragam kesenian dan budaya khas Kalimantan Timur.Menurut Christian, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperkenalkan potensi budaya sekaligus mendorong semangat hidup sehat dan pembangunan berkelanjutan.Tim KKN-PPM Pelita Nusantara mulai bertugas di Kalimantan Timur sejak 21 Juni 2026 dan dijadwalkan menjalankan pengabdian hingga 8 Agustus 2026. Selama masa KKN, tim yang tergabung dari beberapa fakultas ini akan berfokus pada pendampingan masyarakat melalui berbagai program yang selaras dengan tema besar ketahanan pangan dan transformasi digital desa.Christian mengungkapkan bahwa Kalimantan Timur merupakan lokasi KKN yang dipilih langsung oleh timnya. Setelah mengajukan usulan kepada pihak kampus, mereka memperoleh persetujuan sekaligus dukungan transportasi dari Universitas Gadjah Mada."Memang sejak awal kami ingin melaksanakan KKN di Kalimantan Timur. Setelah mengajukan proposal, kampus menyetujui pilihan lokasi kami dan memberikan dukungan transportasi sehingga kami dapat menjalankan pengabdian di sini," katanya.Menurut Christian, pesan yang disampaikan Bagus Susetyo sangat menginspirasi seluruh anggota tim. "Beliau menyampaikan bahwa pada dasarnya setiap daerah di Indonesia memiliki potensi yang sama. Yang membedakan adalah bagaimana cara kita memandang dan menyikapi daerah tersebut. Karena itu, sebagai mahasiswa kita tidak boleh takut ditempatkan di mana pun. Di mana pun kita berada, kita harus tetap memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat," tuturnya.Selama hampir sepekan berada di Kalimantan Timur, para mahasiswa juga memperoleh banyak pengalaman baru. Salah satu yang paling berkesan adalah perbedaan kondisi alam dan iklim dibandingkan dengan Yogyakarta."Culture shock pertama yang kami rasakan adalah cuacanya. Saat pertama kali tiba di Kalimantan Timur, panas mataharinya benar-benar terasa lebih terik dibandingkan di Yogyakarta. Itu menjadi pengalaman yang cukup berkesan bagi kami," ungkap Christian. lihat foto Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo bersama Tim KKN-PPM UGM di Bondy Restaurant Balikpapan, pada Selasa (30/6/2026). Foto: BorneoFlash/Niken SulastriSelain itu, pandangan mereka mengenai Kalimantan Timur juga berubah setelah melihat langsung kondisi daerah tersebut. Selama ini mereka mengira wilayah Kalimantan Timur didominasi hutan lebat dan kawasan terpencil. Namun kenyataannya, perkembangan infrastruktur dan perkotaan di Balikpapan maupun wilayah sekitarnya telah berkembang pesat dan tidak jauh berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia."Selama ini banyak orang mengenal Kalimantan Timur sebagai daerah yang identik dengan hutan. Setelah kami datang langsung, ternyata Balikpapan dan wilayah Kalimantan Timur sudah berkembang sangat baik dan memiliki fasilitas perkotaan yang modern. Pengalaman ini membuka perspektif baru bagi kami," ujarnya. (*)