BorneoFlash.com, KABUPATEN BOGOR - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkap keberhasilan Polri menangani berbagai tindak kriminal sepanjang 2026, mulai dari peredaran narkoba, penyelundupan, terorisme, hingga judi online (judol).Dalam upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, Kapolri menyampaikan bahwa Polri menangani 24.837 perkara dan menetapkan 32.792 tersangka sepanjang 2026.Polri menyita 3,1 ton sabu, 4,1 ton ganja, 763 ribu butir ekstasi, 59,2 juta butir obat keras, serta berbagai jenis narkotika lainnya dengan nilai mencapai Rp10,4 triliun. Keberhasilan tersebut menyelamatkan sekitar 89 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.Polri juga mengubah 148 kampung narkoba menjadi kampung bebas narkoba melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Untuk memperkuat penerimaan negara, Polri membentuk Satgas Optimalisasi Penerimaan Negara (OPM) dan Satgas Penegakan Hukum Tindak Pidana Penyelundupan guna mencegah kebocoran keuangan negara.Kapolri menjelaskan, Satgas OPM bersama Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai mengungkap ekspor ilegal 87 kontainer fatty matter dan POME (palm oil mill effluent).Satgas Penegakan Hukum Tindak Pidana Penyelundupan juga mengungkap 47 perkara, menetapkan 24 tersangka, serta menggagalkan penyelundupan 28 ton timah ke Malaysia.Di bidang pemberantasan terorisme, Polri mempertahankan status zero terrorist attack sejak 2023 melalui pendekatan soft approach dan hard approach.Polri juga bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk menangani dampak ledakan di SMA 72. Dalam upaya tersebut, Polri menangani 137 anak yang mengalami paparan radikalisme dan 130 anak yang mengalami kekerasan guna mencegah berkembangnya fenomena nihilistic violent extremism.Dalam pemberantasan judi online, Polri mengungkap 718 kasus, menetapkan 1.164 tersangka, menyita barang bukti senilai Rp1,75 triliun, serta memblokir 278 ribu situs dan konten judol.Salah satu pengungkapan terbesar menyasar jaringan judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Polri membongkar jaringan tersebut yang melibatkan ratusan warga negara asing (WNA) dan mengelola 145 domain.Polri menggelar upacara HUT Ke-80 Bhayangkara pada Rabu dengan mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat." (*)