Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (26/2). Foto: Widya/kumparanKementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta pemerintah segera memberikan kepastian terkait insentif pembelian kendaraan listrik.Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif melihat ketidakjelasan pelaksanaan insentif mulai memberikan tekanan terhadap industri otomotif karena membuat konsumen menunda keputusan membeli kendaraan.“Kami meminta agar industri dan konsumen produk otomotif segera diberi kepastian. Kalau belum ada kepastian, itu akan menjadi tekanan pada industri, karena konsumennya masih akan menunggu melakukan pembelian produk otomotif menunggu insentif itu,” kata Febri di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).Oleh karena itu, Kemenperin meminta kementerian dan lembaga yang berwenang segera menetapkan kebijakan terkait insentif kendaraan listrik agar tidak semakin membebani sektor otomotif.VinFast resmikan fasilitas produksi mobil listrik di Subang Jawa Barat, Senin (15/12/2025). Foto: Laras Kiranasari/kumparan“Jadi kami mohon agar segera pengambil kebijakan di bapak-ibu di kementerian/lembaga lain agar segera memberikan kepastian terkait dengan insentif tersebut. Insentif otomotif tersebut,” jelasnya.Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah menunda pelaksanaan insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menjadi Juli 2026, sebelumnya direncanakan mulai bergulir pada Juni 2026.Menurut dia keputusan itu diambil karena masih ada sejumlah perhitungan yang belum rampung dan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.“Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi, (Juli)” kata Purbaya di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Selasa (26/5).