BorneoFlash.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian berlaku untuk Pertamax Turbo serta BBM diesel nonsubsidi, yakni Dexlite dan Pertamina Dex.Berdasarkan informasi di laman resmi Pertamina yang dikutip di Jakarta, Rabu (1/7/2026), harga Dexlite (CN 51) di wilayah Jabodetabek turun menjadi Rp19.700 per liter dari sebelumnya Rp23.000 per liter pada Juni 2026.Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) juga mengalami penurunan harga menjadi Rp21.150 per liter, dari sebelumnya Rp24.800 per liter.Penyesuaian harga juga berlaku untuk Pertamax Turbo (RON 98) yang kini dijual Rp19.300 per liter, turun dari Rp20.750 per liter pada bulan sebelumnya.Di sisi lain, harga BBM nonsubsidi lainnya belum mengalami perubahan. Pertamax (RON 92) tetap dibanderol Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green (RON 95) masih dijual Rp17.000 per liter.Adapun harga BBM bersubsidi dan BBM penugasan juga tidak berubah. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sementara Biosolar dipatok Rp6.800 per liter.Sebelumnya, Pertamina sempat menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green pada 10 Juni 2026, setelah pemerintah beberapa bulan menahan penyesuaian harga di tengah lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.Penyesuaian harga BBM tersebut dilakukan sebagai implementasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen ESDM Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). (*/ANTARA)