Diduga Akibat Kebocoran Gas, Warung Makan Bojonegoro Hangus Dilalap Api

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Kebakaran menghanguskan sebuah warung makan di Jalan Flores, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota, pada Rabu (1/7/2026) pagi. Api yang diduga berasal dari kebocoran gas saat aktivitas memasak berlangsung sempat memicu kepanikan dan mengancam bangunan di sekitarnya.Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.03 Wita. Saat kejadian, aktivitas dapur di warung makan Bojonegoro tengah berjalan seperti biasa. Namun situasi mendadak berubah ketika muncul api yang diduga berasal dari kebocoran pada instalasi gas elpiji.Pemilik warung, Suharto, mengatakan dirinya bersama pekerja sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Akan tetapi, kobaran api berkembang dengan cepat sehingga sulit dikendalikan.“Awalnya kami sedang memasak. Diduga ada kebocoran dari selang gas. Kami sempat mencoba memadamkan dengan APAR, tetapi api terus membesar,” katanya.Api kemudian menyebar ke bagian lain bangunan dan melalap sebagian besar ruko yang digunakan sebagai tempat usaha tersebut. Menyadari kondisi tidak lagi bisa ditangani secara mandiri, warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.Laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda. Sejumlah armada diterjunkan untuk mencegah kobaran api menjalar ke bangunan lain yang berada di kawasan tersebut.Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Samarinda, Akhmad Supriyanto, menjelaskan saat petugas tiba di lokasi, api telah membakar sebagian besar area warung makan.Menurut hasil penelusuran awal berdasarkan keterangan pemilik, kebakaran diduga berawal dari kebocoran gas ketika regulator dipasang. Gas yang keluar kemudian memicu munculnya api hingga berkembang menjadi kebakaran.“Informasi sementara dari pemilik, saat pemasangan regulator diduga terjadi kebocoran gas yang kemudian memicu kebakaran,” ujarnya.Meski demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber kebakaran secara pasti.Berkat penanganan cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih 45 menit. Upaya tersebut juga mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.“Syukur api tidak sempat menjalar ke bangunan lainnya. Yang terdampak hanya satu unit ruko,” jelas Akhmad.Dalam operasi pemadaman,  Disdamkarmat mengerahkan empat unit armada, terdiri dari tiga unit dari Posko 1 dan satu unit dari Posko 2. Sejumlah relawan kebakaran juga turut membantu proses penanganan di lapangan.Selain respons cepat petugas, kondisi akses menuju lokasi yang mudah dijangkau serta tersedianya sumber air di sekitar area kebakaran turut mempercepat proses pemadaman.“Tidak ada hambatan yang berarti selama penanganan. Ketersediaan air juga cukup sehingga proses pemadaman berjalan lancar,” pungkasnya. (*)