Mazda Ungkap Perubahan Perilaku Konsumen di Tengah Lesunya Pasar

Wait 5 sec.

Suasana booth pameran Mazda di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanKeputusan membeli mobil kini tidak lagi semata-mata didorong keinginan, tetapi semakin dipengaruhi pertimbangan finansial jangka panjang. Menurut Mazda Indonesia, perubahan perilaku konsumen itu menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri otomotif saat ini.Inilah yang mendasari Chief Operating Officer (COO) PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio yang bilang situasi pasar otomotif tanah air tengah menghadapi tantangan yang cukup berat.Ricky menjelaskan, masyarakat umum kini mengedepankan aspek rasional ketika membeli komoditas. Ia mengaitkannya sebagai lipstick effect, sebuah fenomena menggambarkan belanja konsumen untuk produk atau layanan yang memberikan kepuasan emosional."Konsumen kini menjadi lebih rasional dalam mengambil keputusan. Mereka mempertimbangkan kemampuan membayar cicilan dalam jangka empat hingga lima tahun ke depan," buka Ricky di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).Dirinya menambahkan, hal tersebut agak berbeda dibanding dengan pembelian kendaraan, terutama mobil. Ricky bilang, alat transportasi tersebut masih cukup sering dipandang sebagai aset atau investasi jangka panjang.Lini mobil Mazda tampil di GJAW 2024. Foto: Mazda"Keputusan membeli mobil ini membutuhkan pertimbangan yang lebih matang dibandingkan beberapa tahun sebelumnya," imbuhnya.Untuk itu bagi Mazda, Ricky mengatakan dibutuhkan pendekatan berbeda agar tetap bisa relevan dengan permintaan pasar lewat model-model yang dijualnya. Ia juga tetap memandang optimisme terhadap pasar domestik tahun ini."Untuk semester dua, saya sendiri juga masih melihat situasinya cukup dinamis. Kondisinya memang penuh tantangan, tetapi kami optimistis, apalagi nanti akan ada (pameran) GIIAS dan berbagai program baru yang kami siapkan," terangnya.Ricky berharap, sisa sekitar 6 bulan 2026 ini tidak timbul gejolak baru yang dapat mempengaruhi pasar otomotif nasional. Di sisi lain, pabrikan juga masih akan menyiapkan calon model baru untuk menggenjot penjualan.Menilik data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan retail atau aktivitas distribusi dari diler ke konsumen selama Januari-Mei tahun ini totalnya mencapai 1.240 unit. Lebih kecil 5,7 persen dibanding periode serupa 2025 lalu.