Grameds, ada yang baru nih dari Brian Khrisna! 🤗🌟Setelah sukses besar lewat Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati yang telah dicetak ulang lebih dari 100 kali, penulis asal Bandung ini kembali menghadirkan kisah reflektif yang memadukan fantasi, drama, dan sisi paling manusiawi dari kehidupan. Kali ini, ia mengajak pembaca melihat kematian dari sudut pandang yang berbeda. Kematian yang bukan sebagai akhir, melainkan sebagai pintu untuk memahami alasan mengapa manusia begitu ingin bertahan hidup.Bagaimana kalau ia yang paling dekat dengan kematian justru menjadi sosok yang paling banyak belajar tentang kehidupan?Itulah premis yang coba diangkat Brian dalam novel terbarunya berjudul Setelah Melompat Aku Ingin Hidup. Lewat tokoh bernama Mori, kamu akan diajak mengikuti perjalanan sesosok makhluk pencabut nyawa yang telah menyaksikan ribuan akhir kehidupan manusia.Serta bagaimana setiap pertemuan, setiap kehilangan, hingga setiap keputusan terakhir yang diambil manusia perlahan mengubah cara pandangnya terhadap hidup.Kira-kira akan seperti apa ceritanya? Yuk, kita bahas dalam artikel ini! 🤸♂️Mengenal Mori, Pencabut Nyawa yang Mencari Jati Diri“Hari ini, saya sedang duduk di atap gedung, menunggu seseorang yang akan melompat dari ketinggian 215 meter. Namun, satu detik setelah ia melompat, saya melihat keinginannya untuk hidup.”Selama 999 tahun sudah Mori menekuni tugas sebagai pencabut nyawa. Ini adalah tahun terakhirnya menjalani pekerjaan tersebut.Ia bekerja di bawah perintah sosok yang disebut Tuan Besar dan menjalankan setiap tugas tanpa pernah benar-benar mengetahui mengapa dirinya berada di sana.Namun, dari ribuan manusia yang pernah ditemuinya, ada beberapa kisah yang terus membekas dalam ingatan. Seorang perempuan muda yang meninggal karena kanker, seorang ibu yang berjuang melahirkan bayinya, hingga seorang content creator yang memilih mengakhiri hidup akibat trauma mendalam. Setiap kematian menyisakan pertanyaan yang semakin sulit diabaikan.Di tengah perjalanan itu, Mori mulai mencari jawaban tentang dirinya sendiri. Siapa ia sebelum menjadi pencabut nyawa? Mengapa ia berada di sana? Dan mengapa begitu banyak manusia tetap ingin hidup, bahkan sesaat setelah semuanya terasa berakhir?Ikuti Kisah Mori di Sini!Novel ini juga turut menghadirkan Ale, tokoh yang begitu melekat di hati pembaca Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Kehadirannya memperluas semesta yang dibangun Brian Khrisna sekaligus menghadirkan sudut pandang baru terhadap kisah yang telah lebih dulu dikenal banyak pembaca. Baca juga: Sering Terjebak Masalah yang Sama? Ini Insight Menarik dari Buku You Can Heal Your LifeBahwa di Balik Setiap Kematian, Selalu Tersimpan Sebuah CeritaMeski mengangkat tema kematian, Setelah Melompat Aku Ingin Hidup pada dasarnya adalah kisah tentang kehidupan dan berbagai alasan yang membuat manusia terus bertahan.Melalui perjalanan Mori sebagai pencabut nyawa, kamu akan menyaksikan beragam cerita manusia di penghujung hidupnya. Ada yang berjuang melawan rasa kehilangan, ada yang perlahan kehilangan arah, hingga ada yang memilih menyerah setelah memikul luka terlalu lama.Dari setiap pertemuan itu, Mori memahami bahwa setiap kematian selalu memiliki cerita yang mendahuluinya. Sebab, di balik akhir kehidupan seseorang, tersimpan perjalanan, harapan, dan pergulatan batin yang sering kali luput dari pandangan orang lain.Dibalut dengan sentuhan fantasi yang khas, Brian Khrisna menghadirkan kisah yang tetap terasa dekat dengan realitas. Perpaduan keduanya membuat novel ini bukan hanya emosional, tetapi juga mengajak pembaca merenungkan banyak hal bahkan setelah halaman terakhir selesai dibaca.Pengalaman membaca pun semakin hidup berkat ilustrasi-ilustrasi yang hadir di beberapa bagian cerita. Setiap guratannya membantu membangun atmosfer sekaligus memperkuat emosi yang ingin disampaikan di sepanjang perjalanan Mori.Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!Kutipan yang Bisa Jadi Gambaran Beberapa kutipan berikut memberikan gambaran tentang nuansa reflektif yang dihadirkan Brian Khrisna dalam novel ini:"Kematian bisa mendatangimu lebih dulu. Bahkan, saat kau masih bernyawa. Ia membuatmu tetap hidup, tetapi dengan jiwa yang mati.""Kadang keajaiban justru terlahir dari tempat-tempat tergelap."“Selama ini, kau bukan ingin menghilang dari hidup, melainkan ingin ditemukan oleh seseorang.”"Hidup sendiri dan hidup kesepian adalah dua hal yang berbeda. Ada perbedaan yang sangat besar antara tidak ingin melanjutkan hidup, dengan tidak ingin hidup seperti ini lagi."“Harapan itu seperti pedang bermata dua. Satu mata di depan menjagamu agar kamu tetap hidup, tetapi satu mata tajam di belakangnya selalu siap untuk membunuhmu sewaktu-waktu.”"Dinding rumah sakit jauh lebih sering mendengar rapalan doa paling kudus dan ikhlas ketimbang doa-doa yang dilayangkan di rumah ibadah."Kutipan-kutipan tersebut menjadi sekilas gambaran bahwa novel ini tidak hanya datang membawa cerita tentang kematian; tetapi juga serpihan tentang harapan, kehilangan, dan keinginan manusia untuk terus menemukan alasan hidup.Sudah Bisa Dipesan Melalui Pre-Order!Kalau kisah Mori ini cukup membuatmu penasaran, novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup kini sudah bisa kamu dapatkan melalui program pre-order di Gramedia.com.Oh iya, selama periode pre-order berlangsung, kamu juga berkesempatan memperoleh bonus spesial yang telah disiapkan, lho. Terdengar menarik, bukan?Jadi, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk menjadi salah satu pembaca pertama yang mengikuti perjalanan Mori dalam memahami kehidupan lewat setiap kematian yang ia saksikan.Mengenal Brian Khrisna View this post on Instagram A post shared by Brian Khrisna (@brian.khrisna)Brian Khrisna merupakan penulis asal Bandung yang mulai aktif berkarya sejak 2010 melalui platform Tumblr. Dari sana, ia membagikan berbagai tulisan, mulai dari puisi, prosa, senandika, cerita pendek, hingga cerita bersambung. Gaya bertuturnya yang reflektif, emosional, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari membuat karya-karyanya perlahan dikenal dan memiliki komunitas pembaca yang setia.Namanya semakin dikenal luas setelah menerbitkan Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, novel yang berhasil menyentuh hati banyak pembaca dan menjadi salah satu karya terlaris di Indonesia. Sejak pertama kali terbit, novel tersebut telah dicetak ulang lebih dari 100 kali dan menjadi fenomena tersendiri di kalangan pecinta buku.Jelajahi Karya-Karya Brian Khrisna LainnyaKalau kamu menikmati gaya bertutur Brian Khrisna, masih banyak karya lain yang bisa kamu baca setelah menyelesaikan novel ini.Yuk, cek list-nya di bawah ini ya, Grameds!Seporsi Mie Ayam Sebelum MatiJelajahi Kisahnya di Sini!Ale sudah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dalam waktu 24 jam. Namun, sebuah kalimat singkat pada kemasan obat membuat rencananya berubah:"konsumsi setelah makan." bunyi kalimat itu.Keputusan menunda kematian demi semangkuk mie ayam menjadi awal dari perjalanan yang hangat sekaligus menguras emosi. Novel ini mengajak pembaca melihat bagaimana harapan terkadang muncul dari hal-hal paling sederhana. Sisi Tergelap SurgaJelajahi Kisahnya di Sini!Di balik gemerlap Jakarta, ada banyak orang yang berjuang mempertahankan hidup dengan cara mereka masing-masing. Mulai dari pengamen, badut jalanan, hingga mereka yang bertahan di tengah kerasnya ibu kota.Novel ini menghadirkan potret kehidupan yang menetap di sisi tergelap Jakarta. Di kampung kecil, tempat mimpi-mimpi besar perlahan terkubur oleh kenyataan yang kejam. Bandung Menjelang PagiJelajahi Kisahnya di Sini!Dipha dan Vinda dipertemukan oleh Bandung yang sama, tetapi mereka memandang kota itu dengan cara yang berbeda.Lewat perjalanan menyusuri sudut-sudut Bandung, novel ini menyajikan kisah tentang pertemuan, harapan, dan patah hati yang tumbuh perlahan di antara jalanan yang selalu menyimpan kenangan.Dari Asia Afrika hingga Jalan ABC, keduanya berjalan berdampingan di antara riuh kota dan sunyi hati mereka. Namun, mereka lupa satu hal: Bandung selalu punya cara membuatmu jatuh cinta, hanya untuk meninggalkan patah hati sebagai oleh-oleh. 23:59Jelajahi Kisahnya di Sini!Menjelang hari pertunangannya, Ami kembali dihadapkan pada masa lalu yang belum benar-benar selesai.Raga, cinta pertama yang pergi tanpa alasan, meninggalkan luka dan tanya yang tak kunjung reda. Aransyah hadir membawa harapan baru, namun bayang-bayang lama belum benar-benar hilang.Athif, sahabat lama yang tahu rahasia di balik kepergian Raga, terjebak di antara kejujuran dan ketenangan yang Ami cari.Di antara cinta pertama, rahasia yang lama tersimpan, dan pilihan yang menentukan masa depan, 23:59 menjadi kisah tentang cinta yang belum tuntas, luka yang belum pulih, dan keberanian mengambil keputusan besar di detik-detik terakhir. Museum Of Broken HeartJelajahi Kisahnya di Sini!Setiap benda menyimpan cerita, tapi tak semua cerita berakhir bahagia.Album photobox, tiket bioskop, wangi parfum, lagu di dalam mobil, hingga screenshot rencana-rencana yang tak pernah jadi nyata, semuanya kini hanya jadi artefak dari hubungan yang telah usai.Lewat novel ini, Brian Khrisna mengajak pembaca menyusuri museum yang dipenuhi cerita tentang cinta, kehilangan, dan proses melepaskan seseorang yang pernah begitu berarti. Saatnya Menyelami Kisah Mori!Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam memaknai hidup dan menghadapi kehilangan. 🤍🕊Lewat Setelah Melompat Aku Ingin Hidup, Brian Khrisna mengajak pembaca melihat semua itu dari sudut pandang yang tak biasa, melalui mata seorang pencabut nyawa yang justru belajar memahami kehidupan.Kalau kamu menyukai novel yang emosional, reflektif, dan dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang akan terus teringat bahkan setelah buku selesai dibaca, novel ini layak masuk daftar bacaanmu berikutnya, Grameds.Yuk, lakukan pre-order sekarang di Gramedia.com dan bersiap mengikuti perjalanan Mori dalam menemukan makna di balik setiap kehidupan yang ia saksikan. 🤗🌱Baca juga: Penuh Sentuhan Magis, Buku 'Kekasih Peliharaan' Ungkap Cara Unik Manusia Temukan Kehangatan✨ Oh iya, jangan lupa juga cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya pengalaman belanjamu makin hemat, seru, dan penuh makna! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!