Bus REEV Pertama Segera Hadir di Indonesia, Klaim Jarak Tempuh 1.600 Kilometer

Wait 5 sec.

Bus REEV SAG. Foto: Fitra Andrianto/kumparanPT Sinar Armada Globalindo (SAG) berencana memboyong bus dengan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) di Indonesia. Model ini diklaim menjadi bus pertama di Tanah Air yang mengusung teknologi tersebut.Kehadiran bus REEV ini menjadi langkah baru dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi di sektor angkutan niaga, khususnya untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh. Teknologi ini mengombinasikan motor listrik dengan generator berbasis mesin pembakaran internal.Technical Director Aletra dan SAG Djoko Purwanto mengatakan, peluncuran unit dijadwalkan tiba di Indonesia dalam waktu dekat."Bus ini adalah bus pertama yang masuk kategori REEV, mungkin di passenger sudah ada. Harusnya bulan lalu sudah masuk, tetapi karena satu dan lain hal, akhirnya baru akan datang kira-kira minggu pertama bulan Juli," ujar Technical Djoko saat ditemui di Alam Sutera, Tangerang, Selasa (30/6/2026).Teknologi REEV ujar Djoko selayaknya plug-in hybrid (PHEV), namun mengutamakan motor listrik sebagai penggerak utama kendaraan, sementara mesin konvensional berfungsi sebagai generator pengisi daya baterai.Teknologi tersebut memberikan keunggulan dalam hal fleksibilitas operasional. Bus tetap dapat melanjutkan perjalanan meskipun tidak menemukan stasiun pengisian listrik, lantaran suplai energi dilakukan oleh mesin."REEV ini sudah ada di Filipina, Jamaika, dan beberapa lokasi. Digerakkan dengan motor listrik. Tetapi apabila, katakanlah dalam perjalanan tidak ketemu charger, bus bisa jalan terus sampai 1.600 kilometer dengan ada generatornya," katanya.Bus REEV SAG. Foto: Fitra Andrianto/kumparanDi atas kertas kemampuan itu serupa jarak Jakarta ke Lombok, atau Jakarta ke Bali dengan sisa energi. Selain itu, kendaraan juga tetap dapat digunakan dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu. Hal ini membuat konsumsi energi lebih efisien, terutama untuk penggunaan dalam kota."Baterainya itu 142 kWh, kurang lebih bisa jalan 120 kilometer mode EV," ujarnya.Secara spesifikasi bus ini memiliki dimensi 12 meter dengan rancang bangun coach bus untuk kebutuhan pariwisata. Ruang kabinnya bisa menampung 28 penumpang. Selain itu, tersedia satu kursi pengemudi dan satu kursi kru dengan konfigurasi lantai High-Low-High.Untuk performa, bus ini menggunakan motor listrik PSMS produksi Golden Dragon. Motor tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 200 kW yang setara 268 dk dengan torsi mencapai 1.800 Nm.Sementara itu, untuk mendukung kerja REEV, bus dilengkapi generator berbasis mesin diesel Yuchai YCRE100. Mesin berstandar emisi Euro V dengan kapasitas 4.295 cc ini mampu menghasilkan tenaga 217 dk dan torsi 860 Nm.Generator tersebut berfungsi sebagai sumber energi tambahan untuk mengisi baterai ketika daya mulai menipis. Dengan sistem ini, bus tetap dapat beroperasi tanpa ketergantungan penuh pada infrastruktur pengisian listrik.Baterai yang digunakan merupakan tipe LFP produksi CALB dengan kapasitas 142 kWh. Pengisian daya dapat dilakukan melalui konektor CCS2 dengan waktu pengisian dari 20 persen hingga 100 persen sekitar 30 menit.