Toyota Sienta Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTOToyota Sienta bekas masih menjadi pilihan di segmen MPV pintu geser, terutama bagi konsumen yang mencari mobil keluarga. Meski begitu, persaingan mobil bekas yang semakin ramai membuat penjualannya tidak semudah dulu.Penggawa lapak mobil bekas di WTC Mangga Dua Peter mengatakan, harga Toyota Sienta bekas saat ini cukup bervariasi tergantung tipe dan tahun produksi. Untuk model awal, banderolnya masih relatif terjangkau."Toyota Sienta tahun 2016, kalau tipe V, sekitar Rp 130 jutaan. Kalau tipe Q tahun 2016 mungkin sekitar Rp 145 juta sampai Rp 150 jutaan," buka Peter kepada kumparan, Rabu (8/7/2026).Menurut Peter, Toyota Sienta merupakan model yang masa edarnya cukup singkat di Indonesia. Unit terakhir yang beredar di pasar bekas pun masih tergolong muda.Toyota Sienta generasi kedua di Indonesia. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO"Kalau Sienta di Indonesia itu kan dari 2016. Tapi enggak lama cuma sampai 2023 jadi populasinya enggak terlalu banyak dan masih muda unitnya," katanya.Hal tersebut membuat harga di pasar mobil bekas tergolong tinggi untuk unit yang masih muda. Persaingan dengan mobil bekas China saat ini membuat mobil tersebut tidak terlalu cepat terjual."Terakhir biasanya ada Toyota Sienta tahun 2022. Harganya juga masih diatas Rp 200 juta tapi nggak gampang jual. Karena saingannya sudah banyak banget," lanjutnya."Sekarang juga mobil China rata-rata Rp 200 jutaan. Pilihannya juga banyak mobil China," lanjutnya.Untuk varian tertinggi, yakni tipe Q, harga Sienta bekas masih berada di kisaran Rp 200 jutaan. Namun tetap bergantung pada kondisi unit dan kelengkapan fitur.Toyota Sienta VS Honda FreedPerbandingan Toyota Sienta dan Honda Freed Foto: Dok. IstimewaLebih lanjut, bila dibandingkan dengan rival seperti Honda Freed, Peter menyebut Sienta saat ini lebih diminati. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh usia kendaraan yang lebih muda."Tapi kalau dibilang peminat antara Sienta sama Freed, lebih banyak ke Sienta, karena orang ngejar tahunnya, mungkin ya. Tapi Freed masih ada peminatnya, masih ada penggemarnya," ujarnya.Ia menambahkan, Honda Freed masih memiliki daya tarik tersendiri berkat konfigurasi kabin yang berbeda. Salah satunya adalah penggunaan captain seat yang tidak tersedia pada Sienta.Toyota Sienta dipajang di diler Auto2000 HR Muhammad, Surabaya. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTODari sisi penggunaan, baik Sienta maupun Freed umumnya diburu oleh konsumen keluarga. Mobil ini lebih sering digunakan untuk kebutuhan perjalanan dibandingkan dengan aktivitas kerja harian."Biasanya kedua mobil ini yang dipakai buat kebutuhan keluarga untuk ke luar kota, untuk jalan-jalan. Bukan buat kerja, kemungkinan besarnya," tegasnya.Meski persaingan semakin ketat, Peter menilai pamor kedua model ini masih cukup terjaga di pasar mobil bekas.