Suasana pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (22/11/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanGabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memandang optimisme capaian target penjualan 850 ribu unit hingga tutup tahun 2026 benar-benar bisa terealisasi. Meski pasar menunjukkan perlambatan pada Mei kemarin.Baik penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) maupun retail (dari diler ke konsumen langsung) selama bulan ke-5 kompak melandai dibanding perolehan periode April 2026. Penurunannya mencapai puluhan persen.Dari retail dahulu, terkoreksi sebesar 5,08 persen ke angka 71.890 unit, setelah pada bulan ke-4 sebelumnya mampu mengantongi total 75.736 unit. Sementara wholesales lebih besar lagi, menyusut 14,31 persen menjadi 69.219 unit, pada April totalnya 80.779 unit.Kendati demikian, Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara menegaskan asosiasi sejauh ini tidak mengubah pendirian terkait target penjualan untuk 2026 yang sudah ditentukan sebelumnya yakni 850 ribu unit.Suasana pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2024 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (18/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan"Kita melihatnya dari pergerakan bulan Mei, ya. Soalnya Juni belum keluar kan, sampai Mei (2026) itu masih lebih baik dibanding 2025 (YoY). Perlu kita ketahui di 2025 itu kan ada insentif BEV CBU, sekarang sedang tidak ada," buka Kukuh kepada kumparan, Senin (6/7/2026).Battery Electric Vehicle (BEV) atau mobil listrik murni memang tengah naik daun, apalagi sejak diberi stimulus khusus berupa diskon PPn hingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan pada 2025 kemarin. Kebijakan tersebut sukses membuat penyaluran mobil listrik murni ke jaringan diler sepanjang tahun lalu melonjak menjadi 103.931 unit, meroket 140,3 persen dibanding 2024 yang catatkan 43.188 unit. Wholesales BEV Januari-April 2026 saja angkanya sudah 47.781 unit."Namun dalam realitanya, penjualan xEV (elektrifikasi) itu masih meningkat, ya. Bahkan sampai saat ini kira-kira total market share xEV itu 26,1 persen, itu semua dari BEV, HEV, sampai PHEV. Artinya setiap satu dari empat mobil baru yang terjual saat ini adalah elektrifikasi," imbuh Kukuh.Mobil listrik Jaecoo J5 BEV sapa pengunjung GJAW 2025 di ICE BSD, Tangerang. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanSelain kendaraan elektrik, penjualan lini hibrida seperti HEV (Hybrid Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) ikut tumbuh. Selama 2025, keduanya menyumbang angka penjualan sebanyak 71.213 unit.Rinciannya, HEV dengan total 65.943 unit atau naik 10 persen dibanding 2024 yang peroleh 59.903 unit dan PHEV jumlahnya meningkat drastis menjadi 5.270 unit dibanding periode 2024 yang hanya terangkum 136 unit. "Namun catatan, xEV (elektrifikasi) ini memang pendalaman (komponen lokal) belum banyak dibanding (kendaraan) konvensional ICE. Komponen-komponen lokalnya belum sebanyak model yang sudah lama dirakit di sini," papar Kukuh.Kukuh memprediksi performa penjualan bulan berikutnya seperti Juni yang saat ini masih dalam proses pencatatan karena baru saja berakhir. Misalnya menyambut periode libur panjang sekolah yang membuat arah kebutuhan belanja menjadi berbeda."Ya, tren Juni-Juli itu punya kecenderungan menurun, ya. Karena masyarakat kita itu saat (periode) libur sekolah. Jadi prioritasnya liburan dahulu yang punya uang, punya spending ini. Mereka akan libur dahulu sama keluarga, sama anak-anak. Setelah libur, masuk sekolah atau masuk kuliah," bilangnya.Penjualan wholesales 2026April: 80.779 unitMei: 69.219 unit (-11.560 unit)Penjualan retail 2026April: 75.736 unitMei: 71.890 unit (-3.846 unit)Penjualan wholesales Mei2025: 60.697 unit2026: 69.219 unit (+8.522 unit)Penjualan retail Mei2025: 61.546 unit2026: 71.890 unit (+10.344 unit)Penjualan wholesales Januari-Mei2025: 318.344 unit2026: 359.015 unit (+40.671 unit)Penjualan retail Januari-Mei2025: 330.486 unit2026: 359.490 unit (+29.004 unit).