Mahasiswa Arsitektur melakukan observasi lapangan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara sebagai bagian dari pembelajaran mengenai perencanaan kota, arsitektur, dan pembangunan kawasanPerkenalkan, saya M. Lukman Dickiyansyah, mahasiswa semester 2 Program Studi Arsitektur, Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta.Sebagai mahasiswa arsitektur, saya sering melihat berbagai proyek pembangunan melalui gambar, video, maupun maket. Namun, pengalaman melihat secara langsung perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) tentu memberikan kesan yang berbeda. Ketika berada di kawasan ini, saya dapat menyaksikan secara langsung proses pembangunan sebuah kota baru yang dimulai dari tahap awal hingga perlahan membentuk karakter dan identitasnya sendiri.Pembangunan IKN tidak hanya bertujuan untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Lebih dari itu, proyek ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menghadirkan kota yang lebih tertata, modern, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, saya tertarik untuk mengamati perkembangan IKN dari sudut pandang mahasiswa arsitektur yang masih berada pada tahap awal proses pembelajaran. Selain menambah wawasan, pengamatan ini juga memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana perencanaan dan pembangunan kota diterapkan dalam skala yang besar.Suasana kawasan IKN yang saya amati secara langsung saat melakukan kunjungan lapanganKesan Pertama yang Saya RasakanSebagai mahasiswa yang bekerja sekaligus berkunjung ke IKN, hal pertama yang menarik perhatian saya adalah besarnya skala pembangunan yang sedang dilakukan. Berbagai fasilitas pendukung, jalan, serta gedung pemerintahan sudah mulai terlihat berdiri di kawasan yang sebelumnya didominasi oleh hutan dan lahan terbuka.Berdasarkan hasil pengamatan saya, kawasan ini direncanakan dengan tata jalan yang cukup lebar dan didukung oleh ruang terbuka yang masih luas. Kondisi tersebut memberikan kesan yang berbeda jika dibandingkan dengan beberapa kota besar yang cenderung padat. IKN terasa lebih lega, rapi, dan tertata dengan baik. Walaupun proses pembangunan masih terus berjalan, saya sudah dapat membayangkan bagaimana kawasan ini akan berkembang dan menjadi pusat pemerintahan yang modern di masa mendatang.Area ruang terbuka hijau di KIPP IKN yang terintegrasi dengan kawasan pemerintahanMenilai Konsep Kota dari Sudut Pandang Mahasiswa ArsitekturDalam perkuliahan, saya mulai memahami bahwa sebuah kota tidak hanya dibentuk oleh bangunan-bangunan yang berdiri di dalamnya. Ada banyak unsur lain yang juga berperan, seperti ruang publik, sistem sirkulasi, serta hubungan antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Karena itu, saat mengunjungi IKN secara langsung, saya mencoba mengamati berbagai aspek tersebut dari sudut pandang yang telah saya pelajari di kelas.Salah satu hal yang menurut saya cukup menarik adalah banyaknya ruang hijau yang mulai dihadirkan di berbagai kawasan. Keberadaan vegetasi memberikan kesan bahwa pembangunan kota ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan. Selain itu, konsep tersebut penting untuk diterapkan karena kota yang baik seharusnya mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.Di sisi lain, saya menyadari bahwa masih diperlukan waktu untuk menilai keberhasilan konsep tersebut. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas di IKN pada masa mendatang, akan terlihat apakah perencanaan yang telah dibuat dapat diterapkan dan dipertahankan dengan baik sesuai tujuan awalnya.Ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu elemen penting dalam konsep pembangunan IKNMembangun Identitas Melalui ArsitekturSelain memperhatikan tata kawasan kota, saya juga mengamati beberapa bangunan yang telah berdiri di IKN. Sebagian besar bangunan menampilkan desain modern, megah, serta memiliki karakter arsitektur yang kuat. Dari pengamatan tersebut, terlihat adanya upaya untuk membentuk citra baru sebagai wajah Ibu Kota Indonesia di masa depan.Di sisi lain, sebagai mahasiswa arsitektur, saya mulai memikirkan bagaimana identitas lokal dapat lebih ditampilkan dalam perkembangan IKN selanjutnya. Indonesia memiliki keberagaman budaya serta warisan arsitektur yang sangat kaya. Oleh karena itu, akan sangat menarik jika nilai-nilai dan karakter lokal tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai elemen dekoratif, tetapi juga diterapkan secara lebih mendalam dalam konsep dan desain bangunan. Dengan demikian, IKN tidak hanya terlihat modern, tetapi juga mampu mencerminkan identitas Indonesia yang khas.Salah satu ikon di IKN yang menjadi simbol wajah baru arsitektur pemerintahan IndonesiaHarapan terhadap IKNSaya sebagai mahasiswa yang masih berada pada tahap awal mempelajari arsitektur, saya memahami bahwa keberhasilan sebuah kota tidak hanya dilihat dari bentuk atau keindahan bangunannya. Lebih dari itu, kota yang baik harus mampu menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, serta mudah dijangkau dan digunakan oleh masyarakat dalam berbagai aktivitas sehari-hari.Oleh karena itu, saya berharap IKN tidak hanya hadir sebagai simbol kemajuan pembangunan nasional, tetapi juga menjadi contoh penerapan perencanaan kota yang memperhatikan kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan secara seimbang. Jika tujuan tersebut dapat dicapai, IKN tidak hanya berfungsi sebagai ibu kota baru Indonesia, tetapi juga dapat menjadi referensi dan pembelajaran yang berharga bagi pengembangan kota-kota lain di masa mendatang.Mengamati perkembangan IKN secara langsung memberikan pengalaman baru dalam memahami perancangan kota dan arsitekturKesan-kesanKunjungan ke IKN memberikan saya banyak pengalaman sekaligus pemahaman baru mengenai proses perencanaan kota dan pembangunan arsitektur dalam skala yang besar. Sebagai mahasiswa arsitektur semester satu, saya menyadari bahwa pengetahuan yang saya miliki masih terbatas untuk memahami seluruh aspek yang terlibat dalam pembangunan tersebut. Meski demikian, kesempatan melihat langsung perkembangan IKN membuat minat saya untuk mempelajari perancangan kota semakin bertambah. Saya menjadi lebih memahami bahwa sebuah kota tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses perencanaan dan pembangunan yang panjang.Pada akhirnya, keberhasilan IKN tentu akan dinilai seiring berjalannya waktu. Hanya waktu yang dapat menunjukkan apakah kota ini mampu memenuhi harapan masyarakat Indonesia atau tidak. Namun, berdasarkan apa yang saya amati saat ini, IKN telah memperlihatkan langkah awal yang cukup menjanjikan menuju wajah baru Indonesia yang lebih modern, tertata, dan siap menghadapi kebutuhan di masa depan.