Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto mengungkapkan awal mula lahirnya gagasan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, ide tersebut telah muncul sejak puluhan tahun lalu ketika masih bertugas sebagai prajurit TNI dan melihat langsung kondisi masyarakat di desa.“Saya jelaskan bagaimana konsep Koperasi Merah Putih datang. Sebetulnya konsep Merah Putih ini sudah lama ada di benak saya. Sudah lama. Puluhan tahun,” kata Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Hari Koperasi Nasional ke-79 tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).“Saya waktu di tentara bertugas di desa-desa, di gunung-gunung. Kita bisa berbulan-bulan di sebuah kecamatan. Saya lihat di situ rakyat kelaparan. Saya lihat ada rakyat yang mati kelaparan,” sambungnya.Pengalaman itu, kata Prabowo, membuatnya menyadari pentingnya membangun kekuatan ekonomi dari desa. Menurut dia, koperasi menjadi instrumen yang paling tepat untuk melindungi masyarakat lapisan bawah.“Dari situ saya lihat kita harus menjaga, kita harus memelihara kemampuan kita di desa-desa. Indonesia merdeka, perang kemerdekaan kita, kekuatan kita ada di desa-desa. Tetapi kita juga ingin jadi negara industri,” katanya.“Nah, untuk itu akhirnya dari dulu saya semakin yakin satu-satunya jalan untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan koperasi,” lanjut Prabowo.Sejumlah pekerja melakukan pengecoran di lokasi pembangunan gerai fisik Koperasi Desa Merap Putih, Desa Tegowangi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). Foto: Prasetia Fauzani/ANTARA FOTONamun, ia mengaku menyadari upaya membangun koperasi berjalan lambat ketika tidak memiliki kewenangan sebagai pengambil kebijakan.“Tapi saya sadar, waktu saya mulai bikin koperasi ternyata kalau tidak punya wewenang, kalau tidak punya kekuasaan, sangat lambat. Sangat lambat. Betul? Kalau orang modalnya kecil atau tidak punya modal, susah dapat kredit di mana-mana,” ucapnya.Setelah menjadi presiden, Prabowo mengatakan pemerintah mulai menata berbagai kebijakan untuk mendukung kesejahteraan petani. Meski begitu, ia mendapat laporan bahwa banyak petani tetap kesulitan karena terlilit utang kepada rentenir.“Kita turunkan harga pupuk. Kita naikkan harga pembelian gabah. Kita jamin hasil petani naik. Tapi saya dapat laporan, ‘Pak, percuma Pak hasil mereka naik.’ Kenapa? Karena utang mereka banyak,” ujar Prabowo.Ia menjelaskan, petani kerap meminjam uang dengan bunga yang sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup selama masa tanam hingga panen.“Dia pinjam uang dari lintah darat. Dari mereka-mereka yang memberi bunga kadang-kadang 1 persen sehari. Ini mematikan. Seumur hidup mereka tidak bisa bangkit,” ujarnya.Karena itu, Prabowo mengatakan salah satu kebijakan awal pemerintahannya adalah menghapus utang jutaan petani yang sudah tidak mampu membayar.Selain itu, pemerintah menggagas pembentukan Kopdes Merah Putih agar masyarakat desa memiliki akses pembiayaan dengan bunga rendah.“Saya berpikir tidak ada jalan, rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” tutur Prabowo.