Pria Seberat 200 Kg di Banyuwangi Alami Sesak Napas, Dievakuasi Damkar ke RS

Wait 5 sec.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat)mengevakuasi warga berbobot 200 kilogram ke rumah sakit di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Damkarmat BanyuwangiDinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berjibaku menyelamatkan ADS (35), pria asal Kelurahan Lateng yang memiliki berat 200 kilogram. Sebelumnya pada Jumat (10/7) damkar juga dihubungi untuk membantu memindahkan ADS yang mengalami keram di dalam rumahnya.Kali ini, kondisi ADS lebih parah. Ia dilaporkan mengalami sesak napas mendalam dan mengeluhkan sakit pada Sabtu sore (11/7), sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit.Keputusan membawa ADS ke rumah sakit diambil keluarga setelah dokter yang dipanggil ke rumah meminta pasien segera dirujuk ke rumah sakit. Keluarga akhirnya meminta pertolongan damkar. Damkarmat Banyuwangi, Muammar Kadhafi, mengungkapkan bahwa penanganan kali ini jauh lebih krusial karena menyangkut keselamatan nyawa pasien yang sedang sesak napas."Karena kami sudah menangani pasien yang sama sehari sebelumnya, kami paham betul kondisinya. Begitu laporan kedua masuk bahwa beliau sesak napas, fokus utama kami adalah kecepatan dan keamanan. Faktor kenyamanan pasien benar-benar kami jaga agar kondisinya tidak semakin drop," ujar Dhafi, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi kumparan, Minggu (12/7).Mengingat beratnya medan evakuasi, Damkarmat Banyuwangi langsung berkoordinasi secara cepat dengan ambulans Banyuwangi, PMI, serta Basarnas. Tim gabungan membawa peralatan khusus seperti katrol, tali karmantel, webbing, karabiner, hingga basket stretcher.Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat)mengevakuasi warga berbobot 200 kilogram ke rumah sakit di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Damkarmat BanyuwangiProses evakuasi dari dalam rumah menuju mobil pick-up milik PMI memakan waktu hampir dua jam. Di sela-sela proses pemindahan yang menegangkan tersebut, petugas terus memberikan penguatan psikologis kepada ADS dan keluarganya."Kembali ke rumah yang sama untuk mengevakuasi pasien yang sama dalam kondisi yang lebih kritis itu menyentuh sisi kemanusiaan kami terdalam. Kami melihat kecemasan yang luar biasa dari keluarganya," jelas Dhafi."Tugas kami bukan sekadar mengangkat beban berat, tapi memastikan pasien merasa tenang dan tahu bahwa kami ada di sana untuk menyelamatkannya," imbuhnya.Proses evakuasi yang dilakukan dengan ekstra hati-hati tersebut akhirnya selesai pada pukul 20.35 WIB. ADS langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi untuk mendapatkan perawatan medis intensif.