Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, saat ditemui di pelatnas yang terletak di Bekasi, Jawa Barat, pada Agustus 2025. Foto: Katondio Bayumitra Wedya/kumparanDesak Made Rita Kusuma Dewi menempati peringkat satu dunia speed putri usai raih emas Kejuaraan Dunia di Krakow, Polandia, 3-5 Juli 2026. Posisinya kian kokoh dengan tambahan poin dari speed relay putri ketika ia meraih perunggu bersama Rajiah Salsabillah.Desak Made mengumpulkan total 3.670 poin pada kategori speed putri dan mengungguli dua atlet Polandia, Aleksandra Miroslaw (3.610 poin) dan Natalia Kalucka (3.495 poin), yang masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga.Yafei Zhou dari China berada di peringkat empat dengan 3.422 poin. Disusul Jimin Jeong dari Korea Selatan dengan 3.286 poin di peringkat lima, Emma Hunt dari Amerika Serikat di peringkat enam dengan 3.203 poin.Peringkat tujuh diduduki Shaoqin Zhang dari China dengan 2.925 poin. Atlet China lainnya Yumie Qin duduk di peringkat delapan dengan 2.502 poin. Mengli Zhang yang juga dari China berada di peringkat sembilan dengan 2.445 poin, disusul Leslie Adriana Romero Perez dari Spanyol di peringkat 10 dengan 2.198 poin.Kiri-ke-kanan: Emma Hunt, Desak Made, dan Aleksandra Miroslaw di podium speed putri IFSC Climbing World Cup (Kejuaraan Dunia Panjat Tebing) Krakow 2025 di Polandia, Minggu (6/7). Foto: Instagram @ifsclimbingPada seri-seri berikutnya, diharapkan penampilan Desak Made Rita bisa konsisten bagus sehingga semakin banyak poin yang ia raih. Sehingga posisinya sebagai atlet panjat tebing speed terbaik dunia tetap tak tergoyahkan.Atlet speed putri Indonesia lainnya, Rajiah Salsabillah, telah mengumpulkan 1.903 poin dan berada di peringkat 15. Adi Asih Kadek berada di peringkat 23 dengan 982 poin.Sementara pada speed putra, atlet Indonesia Raharjati Nursamsa berada di peringkat tujuh dunia dengan 2.750 poin. Anstasyafi Robby Al Hilmi berada di peringkat 16 dengan 1.545 poin.Veddriq Leonardo berada di peringkat 22 dengan, 1.172 poin, Kiromal Katibin di peringkat 24 dengan 1.119 poin, Aditya Tri Syahria di peringkat 26 dengan 985 poin, dan Alfian Muhammad Fajri di peringkat 53 dengan 193 poin.Altet panjat tebing Indonesia Raharjati Nursamsa melakukan selebrasi usai menang atas atlet panjat tebing Cina Xinshang Wang pada final nomor speed Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/5/2023). Foto: Hendra Nurdiyansyah/Antara FotoPelatih speed Indonesia Galar Pandu Asmoro mengatakan adanya peringkat sangatlah penting bagi atlet. Berada di peringkat atas bisa membuat atlet makin percaya diri."Peringkat ini penting bagi atlet agar semakin percaya diri menghadapi Asian Games. Selain itu, juga menunjukkan bahwa kita masih kompetitif di nomor speed," kata dia.