Atasi Kelangkaan BBM Imbas Serangan Ukraina, Putin Revisi UU Pajak

Wait 5 sec.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato selama sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) di Saint Petersburg, Rusia (5/6/2026). Foto: Anastasia Barashkova/Reuters Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani revisi UU Perpajakan dengan tujuan mendorong pasokan BBM ke pasar dalam negeri.Dikutip dari Bloomberg, Selasa (7/7), revisi UU yang telah ditandatangani itu mengizinkan pencampuran bensin murni dengan komponen lain untuk menghasilkan BBM beroktan tinggi. Revisi itu juga bertujuan untuk mendorong impor BBM ke Rusia dengan memberikan subsidi kepada importir.Sekitar 90 persen wilayah di Rusia menghadapi masalah pasokan BBM atau bentuk penjatahan BBM lainnya imbas rangkaian serangan Ukraina ke kilang minyak, dan pihak berwenang mengambil langkah-langkah luar biasa untuk mengatasi krisis.Rusia telah melarang ekspor BBM dan bahan bakar jet, dan sedang mempertimbangkan kemungkinan pembatasan ekspor. Kremlin pada 30 Juni lalu mengatakan Rusia sedang mendiskusikan impor BBM dengan harga yang dapat diterima.Menurut laporan media, pemerintah Rusia juga telah melonggarkan persyaratan tenis tertentu, memperbolehkan sejumlah kilang memproduksi BBM dan diesel Euro-3 hingga akhir 2026.Harga BBM Rusia Melonjak Akibat Serangan UkrainaAsap hitam mengepul dari area kilang minyak Gazprom Neft, produsen minyak Rusia, di tenggara Moskow pada Kamis (18/6/2026). Foto: Stringer/AFPHarga BBM eceran di Rusia naik signifikan imbas serangan drone Ukraina yang menargetkan kilang minyak di sana, yang berdampak pada kekurangan pasokan BBM dalam negeri.Harga rata-rata BBM di Rusia naik sekitar 1,7 persen jadi 72,38 rubel (sekitar Rp 16.747, dengan kurs RUB 1 = Rp 231,38) per liter pada 23-29 Juni menurut data yang dirilis Layanan Statistik Federal.Ukraina sejak awal tahun menyerang fasilitas pengolahan minyak Rusia lebih dari 50 kali jika dibandingkan dengan 82 kali serangan sepanjang 2025. Serangan tersebut meningkat dalam beberapa minggu terakhir, menyebabkan sejumlah kilang minyak utama harus menghentikan operasinya dan tingkat pengolahan minyak serta pasokan BBM domestik anjlok.Data menunjukkan harga diesel naik 2,3 persen dari minggu ke minggu jadi 84,84 rubel per liter (sekitar Rp 19.670).Putin mengakui masalah pasokan BBM Rusia, tapi bersikeras masalah ini "tidak kritis". Dia juga mengatakan Rusia telah menolak proposal agar Moskow dan Kiev menghentikan serangan jarak jauh dan membatasi serangan hanya di empat wilayah Ukraina yang diduduki.