Pelabuhan Patimban Bidik Rute Ekspor Langsung ke Eropa dan AS

Wait 5 sec.

Direktur Utama PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) Fuad Rizal di Kantor Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanPT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) membidik pembukaan rute pelayaran langsung (direct call) dari Pelabuhan Patimban menuju Eropa dan Amerika Serikat (AS).Direktur Utama PT PPI, Fuad Rizal mengatakan PPI dan Patimban Global Gateway Terminal (PGT) sebagai operator telah berdiskusi untuk pembukaan rute ini. Dengan demikian pembukaan rute langsung tersebut masih berada pada tahap awal pembahasan.“Kami sudah berdiskusi dengan PGT juga untuk dapat membuka rute direct dari Patimban ke Eropa maupun dari Patimban ke AS,” ujar Fuad di Pelabuhan Patimban, Subang Jawa Barat, Kamis (9/7).Fuad mengatakan tujuan pembuatan pelabuhan ini adalah untuk melengkapi pelabuhan Tanjung Priok yang sudah sangat padat. Dengan demikian pelabuhan ini bisa menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi sekitar.Patimban Ditargetkan Jadi Flagship Port IndonesiaFuad menyebutkan PPI akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar Pelabuhan Patimban bisa menjadi pelabuhan kelas atas Indonesia atau flagship port Indonesia.“Kami terus berharap sinergi dan kolaborasi yang telah berjalan baik antara pemerintah pusat, daerah, swasta, serta perangkat pelabuhan seperti custom, imigrasi, dan karantina akan terus berjalan dengan baik dan dapat ditingkatkan, sehingga kita semua dapat wujudkan pelabuhan ini menjadi flagship port di Indonesia,” ujarnya.Suasana anrean mobil-mobil yang akan diekspor di Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Selasa (29/3/2022). Foto: ANTARA FOTO/M Ibnu ChazarDia menuturkan pelabuhan ini bisa melayani kawasan industri yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Barat.“Kapasitas yang sudah kami terima, bisa terimakan saat ini, dari Kementerian Perhubungan melalui SOP kepada PPI untuk kendaraan itu sebesar 318.000 kendaraan per tahun. Kemudian untuk peti kemas kapasitas terpasangnya saat ini 525.000 teus,” jelasnya.Dalam operasional sehari-hari, PPI menggandeng dua mitra berbeda untuk mengelola terminal kendaraan dan terminal peti kemas. Menurut dia, pemilihan mitra dilakukan melalui proses yang panjang dengan mempertimbangkan percepatan pertumbuhan Pelabuhan Patimban.Untuk terminal kendaraan, PPI bekerja sama dengan PGT yang didukung sejumlah perusahaan. Menurut dia, sekitar 70 persen ekspor kendaraan dari Indonesia berasal dari Toyota dan Daihatsu.“Sejak tahun 2022 kami mulai beroperasi terminal kendaraan, sampai hari ini di tahun 2026 atau 2025 ya, kita konsisten telah melakukan kegiatan bongkar muat di atas 200 ribu kendaraan per tahun,” terangnya.Sementara itu pada terminal peti kemas, PPI juga menggandeng PGT yang didukung Toyota Tsusho, Mediterranean Shipping Company (MSC) melalui Africa Global Logistics, serta Samudera Pelabuhan Indonesia.