Prabowo Ungkap RI Hemat Hingga Rp 170 T dari B50

Wait 5 sec.

Presiden Prabowo meresmikan implementasi B50 tersebut di Rest Area KM 57 Tol Cikampek, Jawa Barat pada Kamis (9/7/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparanPresiden Prabowo Subianto telah resmi meluncurkan biodiesel 50 persen (B50). Dari penerapan B50, Prabowo menjelaskan Indonesia bisa menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun.“Bayangkan kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar Rp 170 triliun. USD 10 miliar dolar kita hemat. Kita hemat di sini (B50) USD 10 miliar dolar, “ kata Prabowo di Tol Cikampek, Kamis (9/7).Meski B50 sudah diluncurkan, Prabowo menjelaskan ingin program biodiesel tak berhenti di situ. Maka dari itu, ia turut menantang jajarannya untuk mengembangkan B50 menjadi B60.“Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu teruskan, jangan berhenti di B50. Kalau bisa B60. Bulan apa B60?” ujarnya.Selain itu, ia juga bercerita awalnya sempat menginginkan biodiesel hingga B100. Namun, saat ini ia diyakinkan oleh jajarannya bahwa dengan B50 saja Indonesia sudah tak lagi impor solar.Presiden Prabowo Subianto, bersama jajaran meluncurkan Biodiesel B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden“Bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, Pak, dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi ini adalah satu prestasi bangsa yang luar biasa,” kata Prabowo.Di lokasi yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan dengan adanya B50, Indonesia juga tak akan lagi melakukan impor solar.“Untuk solar, total konsumsi kita di angka 38 sampai 40 juta kiloliter per tahun. Awalnya kita masih impor 3 sampai 4 juta kiloliter per tahun, dengan implementasi B50 kita alhamdulillah tidak lagi melakukan impor produk solar,” kata Bahlil.Bahlil juga menuturkan B50 diperkirakan meningkatkan nilai tambah CPO dari Rp 20,92 triliun menjadi sekitar Rp 23,49 triliun. Program tersebut juga diprediksi akan menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja,serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 pada 2026.Selain itu, implementasi B50 diperkirakan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Adapun pada 2025, program B40 menghemat devisa sebesar Rp 133,3 triliun, dan melalui Mandatori B50 pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp 170 triliun.“Jadi dari B40 ke B50, itu bisa menambah devisa negara hingga Rp 170 triliun,” ujarnya.