BorneoFlash.com, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyerap gabah petani setara 3,3 juta ton beras melalui Perum Bulog sepanjang semester pertama 2026. Langkah ini memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), menjaga harga gabah di tingkat petani, dan memastikan stok pangan nasional tetap aman.Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyerap 3,3 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri hingga Juni 2026."Realisasi penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri selama semester pertama telah mencapai 3,3 juta ton," kata Amran di Jakarta, Rabu.Pemerintah juga menugaskan Perum Bulog membeli gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar harga tidak turun saat panen raya. Saat ini pemerintah mempertahankan HPP gabah kering panen (GKP) minimal Rp6.500 per kilogram."Harga gabah terus kami jaga. HPP Rp6.500 per kilogram memberikan kepastian harga bagi petani," ujar Amran.Bapanas memperkirakan produksi beras nasional selama Januari - Juni 2026 mencapai 19,27 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi nasional sekitar 15,48 juta ton. Dengan demikian, Indonesia mencatat surplus beras sekitar 3,79 juta ton pada semester pertama 2026.Bulog telah menyerap sekitar 3,3 juta ton dari total surplus tersebut. Sementara itu, sektor swasta masih dapat menyerap sekitar 483,9 ribu ton untuk menambah stok beras komersial.Pada triwulan I 2026, produksi beras mencapai 9,63 juta ton, sedangkan konsumsi mencapai 7,76 juta ton. Kondisi tersebut menghasilkan surplus sekitar 1,86 juta ton. Bulog menyerap sekitar 1,46 juta ton, sementara pelaku usaha masih dapat menyerap sekitar 400,8 ribu ton.Memasuki triwulan II, Bapanas memperkirakan produksi beras mencapai 9,64 juta ton, lebih tinggi daripada kebutuhan konsumsi sebesar 7,72 juta ton. Bapanas juga memperkirakan surplus periode April - Juni mencapai 1,92 juta ton. Bulog telah menyerap sekitar 1,83 juta ton selama periode tersebut.Amran memastikan stok pangan nasional tetap aman menjelang musim kemarau. Saat ini, stok beras nasional, termasuk Cadangan Beras Pemerintah, mencapai sekitar 5 juta ton. Pemerintah menilai jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan.Amran mengatakan pemerintah berhasil menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) pada Juni 2026 mencapai 114,65 atau naik 0,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya.Kenaikan indeks harga yang diterima petani padi dan palawija mendorong peningkatan NTPP. Indeks harga padi bahkan mencapai 149,65, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan kebijakan penyerapan gabah dan stabilisasi harga berhasil meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)