Harga Bensin di AS Kembali Meroket Usai Ketegangan dengan Iran Kembali Memanas

Wait 5 sec.

Seorang wanita mengisi sebuah wadah dengan bensin di sebuah pompa bensin, saat Badai Ian berputar menuju negara bagian, di Port Charlotte, Florida, AS, Selasa (27/9/2022). Foto: Marco Bello/REUTERSHarga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) kembali meroket usai sempat mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Penyebab kenaikan BBM di AS adalah kembali memanasnya perang antara AS dan Iran.Dikutip dari Reuters, Sabtu (11/7), kondisi tersebut bahkan mendorong harga minyak mentah ke kenaikan mingguan terbesar dalam delapan minggu terakhir. Harga rata-rata BBM di SPBU di AS mengalami kenaikan 6 sen pekan ini menjadi USD 3,88 per galon pada Jumat (10/7), dan merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak pertengahan Mei.Gangguan dalam sistem penyulingan global dan ekspor bahan bakar AS yang kuat semakin memperketat pasokan. Tingginya harga bensin pada saat liburan musim panas dinilai menjadi titik panas dalam catatan politik Presiden AS Donald Trump. Padahal, partainya tengah berkampanye untuk mempertahankan mayoritas tipis di Kongres AS dalam pemilihan paruh waktu November mendatang.Terlebih, Trump baru-baru ini menuduh perusahaan minyak melakukan praktik penentuan harga yang tidak wajar. "Harga bensin telah melonjak seiring dengan kenaikan besar harga minyak mentah setelah beberapa kapal tanker di Selat Hormuz diserang," kata Direktur Strategi Pasar Energi, perusahaan pialang StoneX, Alex Hodes.Patokan harga minyak berjangka global Brent berada di jalur untuk kenaikan mingguan sekitar 5,5 persen setelah serangan terhadap beberapa kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Hal ini diikuti oleh serangan balasan antara AS dan Iran serta keputusan Washington untuk mencabut izin umum yang mengizinkan penjualan minyak Iran.Aliran minyak melalui Selat Hormuz tetap jauh di bawah tingkat sebelum konflik, memicu kekhawatiran bahwa gangguan kecil sekalipun dapat berdampak luas pada pasar bahan bakar global.Trump telah mendesak pengecer bensin untuk menurunkan harga secara lebih agresif. Pemerintah juga telah mendesak Departemen Kehakiman AS untuk menyelidiki kemungkinan praktik penentuan harga bensin yang tidak wajar dan baru-baru ini.Pasokan Minyak Makin KetatIlustrasi Produksi Minyak Mentah Brent. Foto: Scott Heppel/AFPSektor penyulingan minyak Rusia telah terganggu karena serangan berulang mengurangi produksi bahan bakar dan memperburuk kelangkaan. Moskow telah membatasi ekspor diesel dan meningkatkan impor bensin, memperketat pasokan bahan bakar global, dan menaikkan harga.Kepala Penasihat Energi Gulf Oil, Tom Kloza menyebut produksi bensin, solar, bahan bakar jet dan minyak bakar Rusia telah hancur, dan diperkirakan akan mengalami masa henti produksi selama berbulan-bulan ke depan.Di AS, gangguan operasional kilang semakin memperburuk pasokan, termasuk gangguan di kilang Marathon Petroleum (MPC.N). Kilang minyak berkapasitas 146.000 barel per hari di Detroit, Michigan, dan Delta (DAL.N) kilang minyak berkapasitas 190.000 barel per hari di Trainer, Pennsylvania.Berdasarkan data Badan Informasi Energi pada Rabu (8/7), persediaan bensin AS turun 1,9 juta barel pekan lalu menjadi 212,1 juta barel, sehingga stok yang ada hampir 10 juta barel di bawah rata-rata lima tahun.Kemudian persediaan di Pantai Teluk AS, yang menghasilkan sebagian besar pasokan produk olahan negara itu, turun menjadi 76,4 juta barel pekan lalu, di bawah rata-rata lima tahun sebesar 82,3 juta barel.Selain itu, hilangnya pasokan minyak dari Timur Tengah dan Rusia dari pasar global telah memungkinkan kilang minyak di AS untuk menuai margin yang lebih kuat sebagai pemasok bahan bakar utama.Ekspor produk minyak bumi AS mencapai rekor mingguan sebesar 8,7 juta barel per hari pada pekan yang berakhir tanggal 3 Juli, menurut data EIA."Teluk Meksiko AS mungkin akan menyaksikan ekspor bensin yang konsisten sebesar 1 juta barel per hari, dan ada taruhan di antara para pedagang di Houston mengenai apakah ekspor distilat akan mencapai 2 juta barel per hari," tulis Kloza.Musim berkendara di AS pada musim panas, yang berlangsung dari bulan Juni hingga awal September, biasanya meningkatkan konsumsi bensin, sementara produksi bahan bakar campuran musim panas yang lebih mahal meningkatkan biaya penyulingan, sehingga menaikkan harga di SPBU.