Pertamina Kilang Balikpapan Perkuat Program Cegah Stunting di Balikpapan, 10 Balita Terima PMT Selama 90 Hari

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penanganan stunting melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan baduta yang mengalami masalah gizi di Kelurahan Margasari, Kecamatan Balikpapan Barat.Program yang merupakan bagian dari kolaborasi bersama Pemerintah Kota Balikpapan ini menyasar 10 anak penerima manfaat. Selama 90 hari ke depan, mereka akan menerima makanan tambahan bergizi sesuai standar pemerintah sebagai upaya memperbaiki status gizi sekaligus mencegah risiko stunting.Kegiatan bakti sosial tersebut digelar di Aula Kantor Kelurahan Margasari dan turut diisi dengan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak.Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan program ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan makanan, tetapi juga membangun kesadaran keluarga tentang pentingnya pola asuh dan pemenuhan gizi anak."Program ini bukan hanya tentang memberikan makanan tambahan, tetapi juga membangun pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar upaya menurunkan angka kurang gizi dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang berkelanjutan," ujarnya, pada Senin (6/7/2026).Dodi menjelaskan, program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kelurahan Baru Ilir, Margasari, dan Baru Ulu.Sebelum pelaksanaan, Pertamina bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan melakukan koordinasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran."Sebelumnya kami telah melakukan rapat koordinasi yang melibatkan DP3AKB Kota Balikpapan agar Program Genting dapat berjalan maksimal. Bantuan yang diberikan berupa makanan tambahan siap saji kepada 10 anak selama 90 hari berturut-turut di Kelurahan Margasari," jelasnya.Selain pembagian makanan tambahan, para orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang. Menu yang diberikan telah memenuhi kebutuhan gizi anak, mulai dari karbohidrat, protein, serat, vitamin hingga mineral guna mendukung tumbuh kembang secara optimal.Kepala Bidang Ketahanan Keluarga DP3AKB Kota Balikpapan, Luluk Kumala Kafbiyah, mengatakan stunting masih menjadi perhatian serius di Kota Balikpapan sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk dunia usaha."Stunting di Kota Balikpapan masih menjadi perhatian. Pertamina telah memberikan dukungan melalui pemberian makanan tambahan. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan anak-anak mengonsumsi makanan tersebut setiap hari sehingga kebutuhan gizinya terpenuhi dan penyerapannya optimal," katanya.Menurut Luluk, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada bantuan pangan, tetapi juga konsistensi keluarga dalam mendampingi anak selama proses pemulihan gizi.Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kecamatan Balikpapan Barat. Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Balikpapan Barat, Eka Asmi Oktaviani, menilai dukungan Pertamina merupakan bentuk nyata sinergi antara perusahaan dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat."Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pertamina atas kepedulian dan kontribusinya dalam mendukung penurunan stunting di Balikpapan Barat. Semoga ini menjadi penyemangat bagi para orang tua untuk semakin memperhatikan tumbuh kembang anak," ujarnya.Salah seorang orang tua penerima manfaat, Agustiyani, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima dan berharap program tersebut mampu memperbaiki kondisi gizi anaknya."Terima kasih kepada Pertamina atas bantuan makanan tambahan yang diberikan. Semoga bantuan ini memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak saya," tuturnya.Melalui program ini, PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan bersama Pemerintah Kota Balikpapan berharap angka stunting dan masalah gizi pada anak terus menurun. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (*)