Keindahan dan Nilai Geologi Tangga Bidadari Pikat Tim Verifikasi Geopark

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KUTAI TIMUR - Setelah menyelesaikan agenda di Kecamatan Bengalon, tim verifikasi  Geopark melanjutkan perjalanan sekitar satu setengah jam menuju lokasi penilaian berikutnya yakni Mata Air Tangga Bidadari di Jalan Mata Air Rt 01, Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang.Daerah yang menjadi obyek wisata ini menjadi salah satu lokus penilaian oleh tim verifikasi Geopark untuk melihat secara langsung kondisi dan pengelolaan kawasan di lapangan. Penilaian tersebut meliputi aspek konservasi, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam pengembangan Geopark secara berkelanjutan. Diketahui, Mata Air Tangga Bidadari merupakan sumber mata air alami yang jernih dan mengalir melalui susunan bebatuan bertingkat menyerupai tangga, sehingga masyarakat setempat menyebutnya “Tangga Bidadari”.Keindahan utama destinasi ini terletak pada kejernihan airnya yang berwarna kebiruan serta suasana alami yang masih asri, dikelilingi pepohonan hijau dan hutan tropis khas wilayah setempat. Air yang terus mengalir dari sumbernya juga menciptakan kolam-kolam kecil bertingkat yang tidak hanya memperindah lanskap, tetapi juga menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk menikmati kesegaran air alami secara langsung. lihat foto Kawasan Mata Air Tangga Bidadari. Foto: HO/kutaitimurkab.go.idSecara geologi, Air Terjun Tangga Bidadari tersusun atas perselingan batugamping klastik berjenis wackestone dan napal yang termasuk dalam Formasi Maluwi berumur Miosen Tengah atau sekitar 11–16 juta tahun lalu.Lapisan napal di lokasi ini berwarna putih kecokelatan dengan ukuran butir sangat halus, bersifat karbonatan, serta mengandung fosil mikroorganisme yang merekam lingkungan pengendapan laut purba. Proses pengangkatan dan deformasi batuan kemudian membentuk struktur lipatan antiklin yang menghasilkan morfologi air terjun bertingkat (cascade). Jejak proses geologi tersebut juga ditandai dengan adanya rembesan minyak bumi pada celah-celah rekahan batuan.Keindahan alam Tangga Bidadari mendapat perhatian khusus dari tim verifikasi Geopark. Mereka mengaku kagum melihat kondisi kawasan yang masih terjaga kealamianya meskipun saat ini menjadi salah satu destinasi favorit wisata  masyarakat. Secara umum, Kawasan Mata Air Tangga Bidadari dikelola oleh BUMDes dengan melibatkan warga sekitar untuk ikut berkontribusi menjaga kawasan tersebut objek wisata yang di buka setiap hari ini juga memiliki berbagai fasilitas pendukung, mulai dari toilet, Gazebo akses yang representatif, termasuk adanya stan UMKM yang menyajikan kuliner yang di susun secara rapi tanpa mengganggu pemandangan alami kawasan wisata. Penataan area dilakukan dengan memperhatikan aspek kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar.Selain itu, pengelola juga memastikan kebersihan kawasan tetap terjaga melalui sistem pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat setempat. Hal ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjadikan Mata Air Tangga Bidadari sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.  lihat foto Momen Tim Verifikasi Geopark di dampingi Plt Camat Kaliorang Pitriani di kawasan Mata air Tangga Bidadari. Foto: HO/kutaitimurkab.go.idDipandu langsung oleh Plt Camat Kaliorang, Pitriani, Tim verifikasi Geopark juga berkesempatan berdiskusi dengan perwakilan kelompok Tani yang mengembangkan komoditas pisang yang saat ini sudah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis (IG) yakni jenis pisang Kepok dengan nama Grecek. Saat ini pisang tersebut sudah mampu bertransformasi menjadi komoditas unggulan dengan berbagai produk unggulan yang sudah mampu menembus pasar global.Dengan mengusung konsep "Dari Laut ke Mata Air, Semua Ada di Sini", Wisata Mata Air Tangga Bidadari menjadi contoh bagaimana kekayaan geologi, keindahan alam, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berkembang secara berdampingan dalam mendukung pengembangan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. (*/kutaitimurkab.go.id)