Paduan Suara Anak Indonesia Raih Juara Umum dalam Kompetisi Bergengsi di Eropa

Wait 5 sec.

Paduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children's Choir (TRCC), dengan konduktor Avip Priatna, jadi jura umum di ajang 30th Bela Bartok International Choir Competition, di kota Debrecen, Hungaria. Foto: Dok. The Resonanz Children's ChoirPaduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children’s Choir (TRCC), dengan konduktor Avip Priatna, kembali mengharumkan nama Indonesia. Belum lama ini TRCC, di bawah arahan konduktor Avip, meraih juara umum pada ajang 30th Béla Bartók International Choir Competition, di kota Debrecen, Hungaria.Tak hanya menyabet gelar tertinggi, TRCC juga memborong sejumlah penghargaan lain, yakni Juara Satu di Kategori Children's Choir dengan nilai 95,5 poin dan Juara Satu Kategori Free Program dengan nilai 98 poin.Selain itu, ada pula Conductor Prize for Outstanding Interpretation of Contemporary Pieces and Expressive Choral Sounding yang diraih Avip Priatna secara personal. Paduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children's Choir (TRCC), dengan konduktor Avip Priatna, jadi jura umum di ajang 30th Bela Bartok International Choir Competition, di kota Debrecen, Hungaria. Foto: Dok. The Resonanz Children's ChoirBéla Bartók International Choir Competition merupakan salah satu kompetisi paduan suara paling bergengsi di dunia dan tergabung dalam konsorsium European Grand Prix for Choral Singing (EGP), sebuah liga kompetisi paduan suara yang dikenal sangat kompetitif dan prestisius. Ajang ini digelar setiap dua tahun sekali, bergantian dengan kompetisi musik instrumental Zoltán Kodály International Music Competition. Berbeda dari kompetisi paduan suara pada umumnya, Béla Bartók berfokus pada karya-karya acapella kontemporer abad ke-20 dan ke-21. Hal ini menjadi tantangan terbesar bagi Avip selaku konduktor."Membawakan repertoar musik kontemporer abad ke-20 dan 21 merupakan tantangan yang sangat besar. Saya sangat bangga melihat kerja keras anak-anak ini," kata Avip."Mereka tidak hanya berhasil mengatasi tingkat kesulitan musik yang tinggi, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan sangat baik di panggung internasional," tambahnya.Amankan Tiket Menuju Panggung European Grand PrixPaduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children's Choir (TRCC), dengan konduktor Avip Priatna, jadi jura umum di ajang 30th Bela Bartok International Choir Competition, di kota Debrecen, Hungaria. Foto: Dok. The Resonanz Children's ChoirDalam edisi kali ini, hanya ada 11 paduan suara dari berbagai negara yang berhasil lolos seleksi, termasuk perwakilan dari Amerika Serikat, Puerto Riko, Afrika Selatan, Jerman, Latvia, Turki, dan tuan rumah Hungaria. TRCC sendiri menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara.Dalam ajang itu, para peserta hanya diperbolehkan membawakan lagu yang diciptakan setelah tahun 1945, kecuali karya milik Béla Bartók sendiri, komposer legendaris asal Hungaria yang menjadi nama besar di balik ajang ini.Aturan ini memaksa TRCC keluar dari kebiasaannya. Jika biasanya paduan suara ini kerap membawakan lagu-lagu tradisional dan daerah Indonesia di berbagai panggung dunia, kali ini mereka harus menyusun program lagu yang seluruhnya bernuansa modern dan kontemporer.Meski demikian, 40 orang anak yang diberangkatkan berhasil menjawab segala tantangan tersebut. Mereka berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah global. Paduan suara anak Indonesia, The Resonanz Children's Choir (TRCC), dengan konduktor Avip Priatna, jadi jura umum di ajang 30th Bela Bartok International Choir Competition, di kota Debrecen, Hungaria. Foto: Dok. The Resonanz Children's ChoirAtas raihan tersebut, TRCC juga berhak mendapatkan tiket untuk tampil di European Grand Prix for Choral Singing 2027 yang akan digelar di Arezzo, Italia. Di sana, mereka akan berhadapan dengan para juara umum dari berbagai kompetisi bergengsi lain se-Eropa sepanjang 2026.Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Hungaria, Penny Dewi Herasati menyampaikan kesan dan rasa bangganya terhadap penampilan anak-anak TRCC. Dia mengaku kagum melihat teknik yang vokal yang ditunjukkan oleh TRCC."Setelah menyaksikan kelompok lainnya yang memiliki karakter suara besar dan kuat, saya baru menyadari bahwa teknik yang ditampilkan anak-anak TRCC jauh lebih menantang," kata Penny."Mereka tidak sekadar menyanyikan lagu, tetapi juga menampilkan penguasaan teknik vokal, dinamika, artikulasi, serta musikalitas yang membutuhkan disiplin tinggi," pungkasnya