Prabowo: Mandatori Biodiesel B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun per Tahun

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KARAWANG - Presiden Prabowo Subianto menyatakan penerapan mandatori biodiesel B50 mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun atau sekitar 10 miliar dolar AS setiap tahun. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.Prabowo mengatakan penghematan tersebut merupakan hasil pemanfaatan energi berbasis sumber daya alam nasional."Kita sekarang sudah bisa menghemat devisa uang keluar Rp170 triliun. 10 miliar dolar (AS) kita hemat," kata Prabowo saat meluncurkan Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis.Presiden juga menegaskan pemerintah terus meningkatkan efisiensi di berbagai sektor, termasuk memberantas penyelundupan komoditas seperti timah yang berpotensi menghemat devisa hingga 2–3 miliar dolar AS."Kita hemat di sini 10 miliar dolar (mandatori B50), nanti kita hemat di beberapa tempat. Penyelundupan timah, kita hemat 2–3 miliar dolar, dan sebagainya," ujarnya.Menurut Prabowo, langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi, menjaga ketahanan energi, serta memastikan kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penerapan mandatori B50 mengurangi impor solar sehingga mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan kebijakan B40 yang menghasilkan penghematan Rp133,3 triliun.Selain itu, program B50 diproyeksikan meningkatkan nilai tambah crude palm oil (CPO) dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO2 pada 2026. (*)