BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat pembangunan saluran sekunder Inhutani di Jalan MT Haryono, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas drainase dan mengurangi potensi genangan di kawasan tersebut. Proyek senilai Rp20 miliar itu ditargetkan selesai lebih cepat, yakni pada 20 Desember 2026.Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan pembangunan saluran dilakukan menggunakan sistem box culvert pracetak (fabrikasi), sehingga proses pemasangan lebih cepat dibanding metode pengecoran di lokasi."Dibangun secara permanen menggunakan box culvert fabrikasi. Dengan sistem ini pekerjaan bisa lebih efisien karena tidak perlu pengecoran di lapangan," kata Bagus saat meninjau lokasi proyek, pada Selasa (7/7/2026). Ia menyebut progres pembangunan drainase saat ini telah mencapai sekitar 4 persen. Pemerintah meminta kontraktor mempercepat pekerjaan, agar dapat selesai sebelum target kontrak pada 31 Desember 2026.Selain pembangunan drainase, di koridor yang sama juga tengah dikerjakan proyek penataan pedestrian oleh kontraktor berbeda. Jalur pejalan kaki tersebut akan dilengkapi kanstin, lampu penerangan, pot tanaman, serta jalur pemandu bagi penyandang tunanetra dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.Menurut Bagus, pelaksanaan proyek harus tetap memperhatikan keselamatan masyarakat karena berada di salah satu ruas jalan dengan volume lalu lintas yang tinggi.Ia meminta kontraktor memasang pagar pengaman, seng penutup, police line, dan rambu-rambu informasi agar aktivitas konstruksi tidak membahayakan pengguna jalan.Pasalnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai pekerjaan mengganggu pengguna jalan atau bahkan menimbulkan kecelakaan.Bagus juga menginstruksikan kontraktor berkoordinasi dengan kepolisian, pemerintah kelurahan, dan pihak terkait lainnya untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.Selain itu, ia meminta seluruh material sisa pekerjaan dibersihkan setiap hari sebelum jam sibuk pagi agar tidak mengotori badan jalan."Kalau bekerja malam, pagi sebelum pukul 05.00 material dan bekas pekerjaan harus sudah dibersihkan supaya tidak mengganggu aktivitas masyarakat," katanya.Ia turut mengingatkan penggunaan alat berat, seperti crawler crane dan ekskavator, harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak aspal jalan. Konsultan pengawas dan Dinas Pekerjaan Umum diminta mengawasi pelaksanaan pekerjaan secara ketat."Jangan sampai proyek selesai, tetapi kondisi jalan justru rusak akibat aktivitas alat berat. Itu harus diantisipasi sejak awal," tegasnya. lihat foto Tinjauan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo pada pembangunan saluran sekunder Inhutani di Jalan MT Haryono, pada Selasa (7/7/2026). Foto: BorneoFlash/Niken SulastriBagus juga menekankan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), seperti helm proyek, rompi keselamatan, dan sepatu pelindung. "Lebih baik mencegah daripada harus menanggung kerugian akibat kecelakaan kerja," ujarnya.Pembangunan drainase permanen memiliki panjang sekitar 500 meter dengan anggaran Rp20 miliar. Sementara proyek pedestrian dianggarkan sebesar Rp13 miliar dengan panjang penataan lebih dari 200 meter, termasuk fasilitas penerangan, jalur pedestrian, ruang hijau, dan akses bagi penyandang disabilitas.Pemerintah Kota Balikpapan berharap kedua proyek tersebut dapat selesai sesuai target, sehingga tidak hanya meningkatkan fungsi drainase, tetapi juga menciptakan koridor Jalan MT Haryono yang lebih aman, nyaman, dan tertata bagi seluruh pengguna jalan. (*)