Prototype Alat ECO-DRAINLima mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) menghadirkan inovasi ECO-DRAIN (Eco Drainage), sebuah alat penyaring dan pemilah sampah drainase otomatis berbasis energi terbarukan. Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi terhadap permasalahan banjir yang kerap dipicu oleh penyumbatan saluran drainase akibat penumpukan sampah rumah tangga.Gagasan tersebut dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) berjudul "Rancang Bangun Alat ECO-DRAIN: Alat Penyaring dan Pemilah Sampah Drainase Otomatis Berbasis Energi Terbarukan." Proposal ini berhasil lolos seleksi internal Universitas Pamulang sebagai salah satu karya inovasi mahasiswa yang diusulkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa.Inovasi tersebut dikembangkan oleh Tim OPTIMA, yang merupakan singkatan dari Optimalisasi Potensi Mahasiswa. Tim diketuai oleh Putri Eka Valentina dari Program Studi Teknik Informatika, dengan anggota Sarah Fadhillah Mustary, Jibril Mei Saputra Faujan, Kaharully Umam dari Program Studi Teknik Informatika, serta Darul Rizki dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Selama proses penyusunan proposal, tim mendapatkan bimbingan dari dosen pendamping Abdul Muhajir, S.Kom., M.Kom., yang memberikan arahan dalam penyusunan konsep, pengembangan inovasi, hingga penyempurnaan proposal.ECO-DRAIN dirancang sebagai sistem drainase cerdas yang mampu bekerja secara otomatis dalam menyaring, mengangkat, dan memilah sampah. Berbeda dengan penyaring drainase konvensional yang hanya menahan sampah, alat ini dilengkapi sensor untuk mendeteksi penumpukan sampah, sistem konveyor untuk mengangkat sampah dari saluran air, serta mekanisme pemilahan berdasarkan jenis sampah sebelum masuk ke tempat penampungan.Seluruh sistem didukung oleh mikrokontroler dan memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama, sehingga mampu beroperasi secara mandiri dengan konsumsi energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Konsep ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi dalam mendukung pengelolaan drainase perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan.Ketua Tim OPTIMA, mengatakan bahwa ide pengembangan ECO-DRAIN berawal dari kepedulian tim terhadap persoalan banjir yang masih sering terjadi akibat saluran air yang dipenuhi sampah."Kami melihat bahwa di banyak kota besar, banjir sering kali dipicu oleh saluran drainase yang tidak optimal akibat penumpukan sampah. Berangkat dari kondisi tersebut, kami mengembangkan ECO-DRAIN sebagai solusi penyaring dan pemilah sampah drainase yang bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan energi terbarukan. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif teknologi untuk mendukung pengelolaan drainase yang lebih efektif dan ramah lingkungan."Bagi Tim OPTIMA, proses mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan riset, berpikir kritis, bekerja dalam tim, serta menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam sebuah inovasi yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan di masyarakat.Meskipun proposal ini belum memperoleh pendanaan pada seleksi nasional, pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi Tim OPTIMA untuk terus menyempurnakan konsep dan mengembangkan prototype ECO-DRAIN. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat diwujudkan menjadi teknologi yang dapat diimplementasikan dalam mendukung pengelolaan drainase yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.Melalui inovasi ECO-DRAIN, mahasiswa Universitas Pamulang menunjukkan bahwa kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat melahirkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus.