Populer: RANS Bantah Cuci Uang via IPO; Investasi Data Center Setara 1,3 GW

Wait 5 sec.

Pencatatan saham perdana PT RANS Entertainment Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparanIsu dugaan pencucian uang dalam IPO RANS menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (10/7). Berita populer lainnya yakni rencana investasi pusat data di Indonesia. Lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:Komut RANS Buka Suara soal Isu Pencucian Uang via IPOKomisaris Utama RANS Entertainment Indonesia Tbk, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan seluruh tahapan penawaran umum perdana saham (IPO) perusahaan telah memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pernyataan ini disampaikan menyusul rumor dugaan pencucian uang yang beredar di tengah proses pencatatan saham perdana RANS di BEI. Darwin menekankan proses IPO melibatkan due diligence ketat dengan penjamin emisi, mencakup aspek hukum, akuntansi transparan, serta keterbukaan informasi kepada regulator dan publik.Konferensi pers usai pelaksanaan IPO PT RANS Entertainment Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparanPada pencatatan perdananya Jumat (10/7), saham RANS mengalami lonjakan signifikan sebesar 34,12%atau 58 poin, mencapai level Rp 288 per saham dan langsung menyentuh auto rejection atas (ARA). Perusahaan yang didirikan Raffi Ahmad ini melepas 2,525 miliar saham baru, setara 20,02% dari total modal. Dengan harga penawaran Rp 170 per saham, RANS berhasil menghimpun dana segar sekitar Rp 429,25 miliar, menunjukkan performa pasar yang kuat di hari pertama.Airlangga Sebut Rencana Investasi Data Center di RI Setara 1,3 GWMenko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap rencana investasi pusat data di Indonesia diperkirakan mencapai kapasitas 1,3 gigawatt (GW). Proyek ini akan difokuskan di beberapa kawasan ekonomi khusus (KEK), sejalan dengan pengembangan ekosistem digital yang mencakup teknologi kecerdasan buatan (AI) dan fiber optic. Saat ini, kapasitas pusat data yang sudah terpasang di Indonesia tercatat sebesar 580 megawatt (MW), menunjukkan potensi pertumbuhan yang masif.Ilustrasi pusat data. Foto: Gorodenkoff/ShutterstockPemerintah juga merencanakan pembangunan infrastruktur fiber optic antarpulau yang terkoneksi hingga Singapura dan Amerika Serikat, dengan pembangunan landing point baru di Batam dan Bitung. Untuk mendukung pengembangan chip semikonduktor, Indonesia telah bekerja sama dengan Arm Ltd., perusahaan chip global asal Inggris, untuk melatih 15 ribu teknisi dan engineer. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, James Riady, menambahkan bahwa pengusaha mengapresiasi inisiatif ini, dengan proyek landing point fiber optic di Singapura dan Batam yang akan diresmikan bulan ini, serta potensi puluhan miliar dolar investasi yang akan masuk untuk membangun computing center. Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sendiri akan dikembangkan menjadi hub data center dan AI, didukung investasi dari DayOne, PT Equator Gate System di Batam, serta DCI Indonesia di Bintan.