Kenapa Orang Tetap Gemar Beli Buku Meski Rak Bacaan Masih Penuh? Mari Berkenalan dengan Istilah Tsundoku!

Wait 5 sec.

Grameds, siapa nih yang pernah iseng beli buku, tetapi ujung-ujungnya buku itu malah betah nangkring di rak? 🙋‍♂️Atau mungkin daftar buku yang ingin kamu baca terus bertambah, sementara masih ada beberapa buku di rumah yang belum sempat dibuka sampai selesai.Kalau pernah mengalaminya, tenang aja, Grameds. Kamu nggak sendirian, kok.Ternyata, kebiasaan ini cukup sering dialami para pecinta buku dan bahkan punya istilah khusus dari Jepang, yaitu tsundoku.Nah, sebenarnya apa sih tsundoku itu? Kenapa kebiasaan ini bisa terjadi? Yuk, kita bahas pelan-pelan dalam artikel ini! 🚀Apa Itu Tsundoku?Tsundoku adalah istilah dari Jepang yang digunakan untuk menggambarkan kebiasaan membeli buku, tetapi belum sempat membacanya hingga buku-buku tersebut terus bertambah di rak.Istilah ini berasal dari gabungan kata tsunde-oku, yang berarti menumpuk sesuatu untuk nanti, dan dokusho, yang berarti membaca buku. Istilah tsundoku sendiri sudah digunakan di Jepang sejak akhir abad ke-19 untuk menggambarkan kebiasaan seseorang yang gemar mengoleksi buku meski belum langsung membacanya.Kalau dipikir-pikir, istilah ini terasa semakin relevan di era sekarang. Setiap hari selalu ada rekomendasi buku baru yang bermunculan, mulai dari media sosial, komunitas membaca, podcast, hingga ulasan para content creator. Belum selesai membaca satu buku, daftar bacaan yang ingin dimiliki sudah bertambah lagi. Akhirnya, tanpa disadari, rak buku pun dipenuhi berbagai judul yang masih menunggu giliran untuk dibaca. Kalau kamu pernah mengalami hal tersebut, bisa jadi kamu juga sedang mengalami tsundoku, Grameds.Baca juga: Merasa Kehilangan Arah di Masa Remaja? Mungkin Kamu Perlu Mengenal Ikigai!Kenapa Tsundoku Bisa Terjadi?Kalau dipikir-pikir, tsundoku sebenarnya tidak terjadi begitu saja. Ada banyak alasan yang membuat seseorang mengalami tsundoku. Berikut beberapa di antaranya:1. Terlalu Antusias Saat Menemukan Buku yang MenarikPernah menemukan buku yang rasanya sayang kalau dilewatkan?Mungkin karena topiknya sedang kamu sukai. Mungkin juga karena penulis favoritmu baru saja merilis karya terbaru. Bahkan terkadang, gambar cover yang menarik dan sinopsis yang menjanjikan juga sudah cukup untuk membuat sebuah buku langsung masuk keranjang belanja.Pada momen seperti ini, keinginan untuk memiliki buku sering datang lebih cepat daripada kesempatan untuk membacanya.2. Ingin Terus Belajar dan Menambah WawasanBagi banyak orang, membeli buku menjadi bagian dari proses belajar. Ada rasa senang ketika memiliki bahan bacaan yang suatu saat ingin dipelajari lebih dalam. Walaupun belum langsung dibaca, buku itu tetap dianggap sebagai investasi pengetahuan untuk masa depan.3. Waktu Membaca yang TerbatasDi sisi lain, rutinitas sehari-hari sering berjalan lebih cepat daripada rencana membaca yang sudah disusun.Pekerjaan, tugas kuliah, aktivitas rumah, hingga berbagai kesibukan lainnya membuat waktu membaca harus berbagi dengan banyak prioritas lain. Sementara itu, buku-buku baru terus bermunculan setiap bulan.Nggak heran kalau akhirnya daftar bacaan bertambah lebih cepat dibandingkan jumlah buku yang berhasil diselesaikan.4. FOMO terhadap Buku yang Sedang PopulerMedia sosial membuat informasi tentang buku baru menyebar dengan sangat cepat. Saat melihat banyak orang membahas judul tertentu, muncul rasa penasaran untuk ikut memilikinya. Hal ini tentu wajar, tetapi rasanya kamu juga perlu mengingat kalau setiap orang memiliki selera dan kebutuhan membaca yang berbeda. Jadi, tidak semua buku yang sedang ramai harus langsung dimiliki.5. Takut Kehilangan KesempatanPernah tergoda membeli buku karena sedang diskon besar atau stoknya tinggal sedikit?Perasaan seperti ini juga cukup sering menjadi penyebab tsundoku. Banyak orang memilih membeli buku lebih dulu karena khawatir kesempatan tersebut tidak datang lagi di kemudian hari.Apalagi kalau buku tersebut merupakan edisi terbatas, hasil kolaborasi spesial, atau karya penulis favorit. Rasanya akan lebih tenang kalau bukunya sudah ada di tangan, meski baru sempat dibaca beberapa waktu kemudian.Kalau diperhatikan, hampir semua alasan di atas sebenarnya berangkat dari kecintaan terhadap buku itu sendiri. Itulah sebabnya tsundoku cukup sering ditemukan di kalangan para pembaca.Lalu, Apakah Kebiasaan Ini Termasuk Sesuatu yang Buruk?Sebenarnya, tsundoku bukanlah penyakit ataupun gangguan psikologis. Istilah ini hanya digunakan untuk menggambarkan sebuah kebiasaan yang cukup umum terjadi di kalangan pecinta buku.Tsundoku juga tidak berarti seseorang malas membaca. Banyak orang tetap menikmati membaca, hanya saja jumlah buku yang dimiliki lebih banyak dibandingkan buku yang sudah selesai dibaca.Bahkan, ada pandangan menarik bahwa buku-buku yang belum dibaca merupakan pengingat akan banyaknya hal yang masih bisa dipelajari. Tumpukan buku itu menjadi daftar petualangan intelektual yang menunggu waktu yang tepat untuk dijelajahi.Meski begitu, jika jumlah buku yang belum dibaca mulai membuatmu merasa terbebani atau terus membeli buku tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran, mungkin sudah saatnya mengatur kembali kebiasaan tersebut.Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!Terus, Bagaimana Cara Menyikapinya?Kalau sampai di sini kamu merasa, "Wah, kayaknya aku juga mengalami tsundoku, deh," tenang aja, Grameds. Kebiasaan ini bukan sesuatu yang harus dihilangkan sepenuhnya.Kalau memang kamu senang berburu buku, nggak ada salahnya terus menikmati hobi tersebut. Yang terpenting, kebiasaan membeli buku bisa tetap berjalan seiring dengan kebiasaan membacanya.Nah, supaya tumpukan buku di rumah nggak terasa semakin banyak, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu coba:1. Sesuaikan Pembelian dengan Waktu MembacaSebelum membeli buku baru, coba luangkan waktu untuk melihat lagi koleksi yang sudah ada di rumah.Dengan begitu, kamu bisa memperkirakan apakah saat ini memang sudah siap menambah bacaan baru atau lebih baik menyelesaikan beberapa buku terlebih dahulu. Cara sederhana ini juga membantu kamu membeli buku dengan lebih bijak sesuai kebutuhan.2. Tentukan Prioritas BacaanPunya banyak buku sering kali membuat kita bingung harus mulai dari mana.Supaya lebih mudah, pilih satu atau dua buku yang paling ingin kamu baca dalam waktu dekat. Setelah selesai, baru lanjut ke judul berikutnya. Cara ini bisa membuat daftar bacaan terasa lebih ringan untuk diselesaikan.3. Luangkan Waktu Membaca Secara RutinNggak perlu langsung menargetkan membaca selama berjam-jam setiap hari.Menyisihkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit secara konsisten sudah cukup untuk membangun kebiasaan membaca. Sedikit demi sedikit, halaman yang tadinya terasa banyak pun lama-kelamaan akan selesai juga.4.  Buat Batas Sebelum Menambah Koleksi BaruKalau kamu mudah tergoda saat melihat buku menarik, coba buat aturan kecil untuk diri sendiri.Misalnya, tantang diri untuk menyelesaikan dua atau tiga buku terlebih dahulu sebelum membeli buku baru. Cara ini bisa membantu menjaga keseimbangan antara keinginan menambah koleksi dan waktu yang dimiliki untuk membaca.5. Nikmati Proses MembacanyaYang satu ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sering terlupakan.Membaca bukan perlombaan untuk melihat siapa yang paling cepat menghabiskan buku. Setiap orang punya ritme membaca yang berbeda-beda, dan itu sepenuhnya wajar.Jadi, nikmati saja setiap prosesnya. Luangkan waktu untuk memahami isi buku, merenungkan pesan yang disampaikan, lalu biarkan setiap halaman memberi pengalaman baru. Dengan begitu, membaca akan terasa jauh lebih menyenangkan daripada sekadar mengejar target selesai.Masih Punya Buku Incaran? Sekarang Waktunya Berburu Sekaligus Mengumpulkan Kesempatan Menang!Nah, setelah kita ngomongin soal tsundoku, coba deh lihat lagi daftar wishlist bukumu, Grameds.Jangan-jangan masih ada satu atau dua judul yang sudah lama ingin kamu bawa pulang?Kalau memang ada, sekarang bisa jadi momen yang pas buat berburu buku incaran sekaligus mendapatkan kesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik dari Gramedia.Dalam rangka Program Hadiah 56 Tahun Penuh Makna, setiap transaksi minimal Rp256.000 akan otomatis mendapatkan 1 kupon undian, dan berlaku kelipatan.Program ini berlangsung mulai 25 Mei sampai 31 Oktober 2026 dan berlaku untuk transaksi di seluruh toko Gramedia maupun melalui laman Gramedia.com.Artinya, semakin banyak transaksi yang memenuhi syarat selama periode program berlangsung, semakin banyak pula kupon yang bisa kamu kumpulkan. Peluang untuk menjadi salah satu pemenang pun ikut bertambah.Deretan Hadiah Spesial yang Menanti Para Pemenang! 🎁Perayaan ulang tahun ke-56 Gramedia kali ini hadir dengan berbagai hadiah yang sayang untuk dilewatkan.Hadiah utamanya adalah 1 unit BYD Sealion 7 Performance AWD. Selain itu, Gramedia juga menyiapkan 24 Paket Trip Destinasi Impian ke Jepang yang siap membawa para pemenang menikmati pengalaman seru di Negeri Sakura.Tentu saja, itu belum semuanya! Masih ada banyak hadiah lainnya yang bisa kamu bawa pulang, seperti:Honda StyloiPhone 17 256 GBXiaomi TV A Pro 55"Lenovo IdeaPad Slim 3Harman Kardon Go + Play 3Voucher GramediaPaket buku pilihanPaket tasSofa pijatSepeda anakSerta masih ada ratusan hadiah menarik lainnya.Oh iya, kesempatan kamu untuk menang pun semakin besar karena program ini menghadirkan 3 tahap pengundian selama periode berlangsung.Jadi, peluang membawa pulang hadiah bisa kamu raih lebih dari satu kali, Grameds!Dapatkan Kesempatan Liburan ke Jepang!Buat kamu yang suka budaya Jepang, hadiah ini tentu jadi salah satu yang paling dinantikan.Bayangkan berjalan menyusuri jalanan Tokyo, menikmati kuliner khas Jepang, mengunjungi berbagai destinasi ikonik, hingga merasakan langsung suasana yang selama ini mungkin hanya kamu lihat lewat buku, manga, anime, atau film.Siapa tahu, perjalanan impian itu berawal dari buku yang kamu beli hari ini di Gramedia.So, Jangan Sampai Tanggalnya Terlewat, Ya! 📅 Periode Program: 25 Mei–31 Oktober 2026 👈Pada akhirnya, berburu buku selalu punya cerita yang menyenangkan. Nah, kali ini, siapa tahu cerita itu bertambah spesial karena membawamu pulang dengan hadiah impian.Kalau sudah punya buku incaran, yuk manfaatkan kesempatan ini! Cari tahu informasi lengkap mengenai program, daftar hadiah, jadwal pengundian, serta syarat dan ketentuannya melalui tautan di bawah ini, lalu mulai kumpulkan kupon undianmu dari sekarang.Temukan Keberuntunganmu di Sini!Baca juga: Suporter Jepang Bersih-Bersih Stadion di Piala Dunia 2026: Kok Bisa Se-Disiplin Itu?✨ Oh iya, jangan lupa juga cek promo spesial lainnya di Gramedia.com supaya pengalaman belanjamu makin hemat, seru, dan penuh makna! ⤵Temukan Semua Promo Spesial di Sini!