Opening Ceremony D-8 Halal Expo Indonesia dengan narasumber Wakil Menteri Luar Negeri (Anis Matta), Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Haikal Hassan, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Sholahuddin Al Aiyub. Rabu (8/7). Foto: Pradya Tirta/kumparanIndonesia resmi membuka Halal Expo 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (8/7). Ajang ini digelar untuk memperkuat kerja sama ekonomi halal di antara negara-negara anggota Developing-8 Organization for Economic Cooperation (D-8).Delapan negara anggota D-8 terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki.Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hassan, mengatakan halal kini tidak lagi hanya dipandang sebagai urusan keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi."Bagaimana kita memperlakukan halal bukan lagi sebuah fungsi agama semata, tapi halal sekarang fungsi ekonomi," kata Haikal.Menurut Haikal, rantai nilai (value chain) industri halal telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional."Halal punya kontribusi yang sangat positif untuk pertumbuhan di dalam negeri. Karena dalam catatan sembilan bulan terakhir, halal value chain sudah berkontribusi sebesar 27 persen, hampir senilai Rp 5.000 triliun," ujarnya.Ia menambahkan, kerja sama ekonomi halal dengan negara-negara D-8 akan diperluas pada September mendatang melalui forum yang akan dihadiri sekitar 70 negara."Ikatan ini bukan cuma sekadar di meja. Nanti pada bulan September kita mengundang 70 negara. Itu akan lebih besar lagi dan ini mudah-mudahan akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi," katanya.Sementara Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sholahuddin Al Aiyub, mengungkapkan negara-negara anggota D-8 mengusulkan Indonesia menjadi sekretariat perdagangan halal."Jadi ada aspirasi dari negara-negara anggota D-8 agar untuk halal ini, Indonesia menjadi sekretariat untuk perdagangan halal," ujarnya.