Sejarah Baru Sastra Indonesia! Novel Intan Paramaditha Unjuk Gigi di Kancah Global

Wait 5 sec.

Grameds, ada kabar membanggakan datang dari panggung literatur internasional buat karya sastra Indonesia nih! 📚🇮🇩Pada pertengahan September 2026 ini, novel Night of a Thousand Hells karya Intan Paramaditha resmi masuk longlist 77th National Book Award (NBA) Amerika Serikat untuk kategori Translated Literature.Pencapaian ini sekaligus mencetak sejarah baru karena untuk pertama kalinya karya terjemahan dari bahasa Indonesia berhasil menembus nominasi di kategori tersebut.Lantas, apa yang membuat karya ini begitu memikat komite juri internasional? Mari kita bahas di sini! 🤷‍♂️Daya Tarik Horor Gotik NusantaraJudul Night of a Thousand Hells merupakan versi terjemahan dari novel Malam Seribu Jahanam, yang terbit pertama kali pada tahun 2023 lalu. Buku ini menawarkan narasi yang gelap dan berani lewat pusaran dongeng tiga dara di dalamnya.Kisahnya membawa pembaca ke tahun 1991, ketika Hajjah Victoria binti Haji Tjek Sun meramalkan masa depan ketiga cucunya. Satu akan berkelana, satu akan menjaga, dan satu lagi akan menjadi pengantin.Ramalan tersebut kemudian membawa mereka ke rangkaian peristiwa yang semakin ganjil dan mencekam.Namun, sebuah pengkhianatan terjadi dan menjebak salah satu dara untuk menelusuri sudut terlarang di Rumah Victoria, memaksanya berhadapan dengan rahasia gelap serta mimpi-mimpi yang usang.Di tempat itu, rahasia-rahasia lama dan mimpi yang telah usang perlahan muncul ke permukaan. Ketika kitab suci dan perjalanan spiritual terasa kehilangan daya perlindungannya, sosok dara lain tiba-tiba hadir untuk menuntut penjelasan.Dalam buku keduanya ini, Intan meramu horor gotik feminis, mitos lokal Nusantara, dan mistisisme Islam menjadi dongeng kelam tentang sesal, rasa malu, serta hantu yang terus menghantui masa lalu. Suasananya terasa khas Indonesia, sementara persoalan yang dibawa menyentuh tema yang lebih luas.Melalui kisah tiga perempuan ini, Malam Seribu Jahanam mengajak pembaca melihat kembali praktik beragama, retakan dalam kehidupan kelas menengah, serta rapuhnya hubungan persaudaraan.  Benturan kelas sosial, represi, dan kompleksitas relasi antar saudara perempuan ikut menjadi bagian penting yang membuat kisahnya terasa dekat sekaligus mengusik.Baca juga: Lagi Butuh Jeda? Ini 5 Spot Baca di Jakarta buat Kabur Sejenak dari Riuh KotaPeran Penting PenerjemahPenerimaan gemilang novel ini di kancah global tentu tak bisa dilepaskan dari kualitas terjemahan yang digarap oleh Stephen Epstein dan Tiffany Tsao. Dalam penerjemahannya, dua sosok tersebut bisa dibilang berhasil menaklukkan tantangan besar dalam menerjemahkan konsep budaya lokal, mitologi mistis, serta pekatnya atmosfer psikologis yang muncul dalam novel Intan Paramaditha itu.Juri National Book Awards turut menyoroti kelancaran teks terjemahan tersebut, terutama dalam mempertahankan kekuatan narasi dan atmosfer novel.Pilihan penerjemahan mereka membuat emosi dan lapisan cerita tetap terasa kuat bagi pembaca internasional, sekaligus membuka jalan bagi kisah yang berakar dari budaya Indonesia untuk menjangkau audiens yang lebih luas.Efek Domino bagi Penulis IndonesiaPencapaian Night of a Thousand Hells di National Book Award turut membuka ruang yang lebih luas bagi sastra Indonesia di panggung internasional. Dengan masuknya novel karya Intan Paramaditha dalam daftar nominasi menunjukkan bahwa cerita yang berangkat dari budaya dan pengalaman lokal Indonesia dapat menjangkau pembaca global.Momen ini juga berpotensi memperkuat perhatian terhadap karya penulis Indonesia lainnya. Penerbit, agen literatur, hingga pelaku industri buku internasional bisa semakin tertarik mencari cerita dan penulis dari Indonesia untuk diterjemahkan serta dipasarkan ke pembaca di berbagai negara.Bagi ekosistem perbukuan tanah air, pencapaian tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih banyak karya Indonesia ke pasar global. Semakin banyak karya yang mendapat ruang di luar negeri, semakin terbuka pula kesempatan bagi penulis Indonesia untuk membangun pembaca lintas negara.Menanti Pengumuman Shortlist Source: National Book FoundationTentunya, perjalanan Night of a Thousand Hells di ajang National Book Award masih akan terus berlanjut, Grameds. Setelah masuk dalam daftar panjang nominasi atau longlist, novel ini selanjutnya akan bersaing untuk menembus daftar shortlist atau finalis yang dijadwalkan diumumkan pada 6 Oktober 2026 mendatang.Adapun beberapa karya luar biasa lain yang turut meramaikan daftar nominasi kategori serupa adalah:Egana Djabbarova, My Dreadful Body (Terjemahan dari bahasa Rusia oleh Lisa C. Hayden)Álvaro Enrigue, Now I Surrender (Terjemahan dari bahasa Spanyol oleh Natasha Wimmer)Karim Kattan, Eden at Dawn (Terjemahan dari bahasa Prancis oleh Jeffrey Zuckerman)Karl Ove Knausgaard, The School of Night (Terjemahan dari bahasa Norwegia oleh Martin Aitken)Ping Lu, To the East of the East (Terjemahan dari bahasa Mandarin oleh Jeremy Tiang)Vicente Luis Mora, Centroeuropa (Terjemahan dari bahasa Spanyol oleh Rahul Bery)Mohamed Mbougar Sarr, Pure Men (Terjemahan dari bahasa Prancis oleh Lara Vergnaud)Maria Stepanova, The Disappearing Act (Terjemahan dari bahasa Rusia oleh Sasha Dugdale)Samar Yazbek, Your Presence Is a Danger to Your Life: Voices of Survival and Witness in Gaza (Terjemahan dari bahasa Arab oleh Leri Price)Baca Kisah Seru Lainnya di Sini!Sambil Menunggu, Baca Versi Aslinya Dulu!Yup, sambil menunggu pengumumannya, tentu kamu bisa membaca versi originalnya terlebih dahulu. Selain itu, ada juga beberapa rekomendasi buku karya pengarang Tanah Air yang menarik dan sudah mendapatkan terjemahan bahasa Inggris. Kalau tertarik mengikutinya, kamu bisa cek daftarnya di bawah ini ya, Grameds!Malam Seribu Jahanam — Intan Paramaditha Temukan Kisahnya di Sini!Lewat ketegangan psikologis yang kuat, Malam Seribu Jahanam meninggalkan kesan yang membekas. Kisah inilah yang kemudian melangkah ke panggung sastra internasional lewat edisi bahasa Inggrisnya, Night of a Thousand Hells. Versi Indonesianya bisa kamu temukan di sini!Olenka — Budi DarmaTemukan Kisahnya di Sini!Melalui Olenka, Budi Darma seolah menuntun kamu menyibak rahasia-rahasia paling kelam yang bersemayam dalam jiwa manusia. Karakter-karakternya yang unik dengan kecamuk pikiran berlapis dituturkan lewat capaian bahasa yang paripurna. Mengukuhkan posisinya di kancah sastra global, novel eksistensialis yang menyelami absurdisme ini juga telah mendapat terjemahan bahasa Inggris yang dirilis pada tahun 2026. Cantik Itu Luka — Eka KurniawanTemukan Kisahnya di Sini!Karya fenomenal Eka Kurniawan ini sangat populer di kancah global dan telah dialihbahasakan ke berbagai bahasa, termasuk edisi bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Bersama ceritanya, kamu akan diajak menyelami nasib si Cantik dan memecahkan misteri yang memaksa Dewi kembali ke dunia yang penuh penderitaan ini.Laut Bercerita — Leila S. ChudoriTemukan Kisahnya di Sini!Buku peraih penghargaan bergengsi S.E.A Write Award tahun 2020 ini menuturkan kisah persahabatan, cinta, dan keluarga yang sangat ampuh menggugah emosi pembacanya. Kisah pilu mengenai tragedi penghilangan aktivis muda di era Orde Baru ini telah sukses dipublikasikan hingga ke mancanegara. Karya ini telah dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris dengan judul The Sea Speaks His Name, memperluas gaung sejarah kelam Indonesia agar bisa didengar dan direnungkan oleh pembaca internasional. Saman — Ayu UtamiTemukan Kisahnya di Sini!Novel debut Ayu Utami ini berani mengangkat isu yang amat beragam, menyentuh ranah politik, percintaan, agama, hingga seksualitas yang dipadukan dengan sangat apik. Kejeniusan penceritaannya berhasil mengantarkan karya ini meraih Prince Claus Award dari Belanda pada tahun 2000. Saman terbukti memiliki daya tarik universal hingga berhasil diterjemahkan ke lebih dari lima bahasa, termasuk edisi bahasa Inggris, menjadikannya salah satu karya sastra kontemporer Indonesia yang paling ikonik di mata dunia.Terlepas dari hasil akhirnya nanti, Intan Paramaditha lewat Night of a Thousand Hells telah sukses membuktikan bahwa kisah dari Indonesia nyatanya bisa memiliki tempat istimewa di panggung literatur dunia. 🤩📚Buat kamu yang ingin mengenal lebih jauh karya Intan Paramaditha dan penulis Indonesia lainnya yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, kamu bisa mendapatkan koleksi buku versi originalnya di Gramedia.com ya! 🛒Baca juga: Bosan Sama Rutinitas? Ini 10 Komik Seru yang Wajib Kamu Borong di Comic Cosmic Week!Jangan lupa cek berbagai promo menarik lainnya di Gramedia.com supaya pengalaman belanjamu makin seru dan hemat! ⤵ Temukan Semua Promo Spesial di Sini!