Ilustrasi kekeringan. Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTOSejumlah wilayah di Jakarta dilaporkan mengalami kekeringan buntut kemarau panjang. Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta pun mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapinya.Ketua Sub Kelompok Pengendalian dan Penyediaan Air Bersih-Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Maman Supratman, menyebut pihaknya menyiapkan tiga langkah utama."Merespons fenomena sumur masyarakat yang mengering di sejumlah wilayah Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan upaya-upaya mitigasi kekeringan akibat musim kemarau," ucap Maman saat dihubungi, Selasa (15/9)."Pemprov DKI menerapkan 3 langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kekeringan tersebut," tambahnya.Langkah-langkah itu pun dibagi menjadi langkah jangka pendek, menengah, dan panjang."Langkah pertama sekaligus sebagai upaya jangka pendek dilakukan dengan mendistribusikan air bersih melalui mobil tangki ke daerah yang belum terlayani air bersih perpipaan," jelas Maman."Sebagai langkah menengah, Pemprov DKI melakukan pembangunan reservoir komunal dan penguatan sistem air bersih. Kemudian untuk jangka panjang dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengolahan air siap pakai yang tersebar merata," lanjut dia.Maman melanjutkan, Dinas SDA bersama PAM Jaya menyiagakan 70 unit mobil tangki air bersih, 6 IPA Mobile, dan 22 Kios Air di wilayah Jakarta Utara serta Jakarta Barat yang siap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan."Selain IPA Mobile, Dinas SDA juga punya IPA IPA yang disiagakan yang saat ini sudah dikelola PAM Jaya seperti IPA Setu Babakan 30 LPS, IPA Tomang kapasitas 20 LPS, IPA Danau Sunter Selatan 5 LPS dan IPA Pompa Ancol 5 LPS," ujarnya."Kemudian bagi masyarakat Jakarta yang membutuhkan bantuan air bersih dapat bersurat secara resmi ke Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta. Permohonan akan segera ditindaklanjuti sehingga suplai air bersih dapat diterima bagi masyarakat terdampak kekeringan," lanjutnya.Dinas SDA pun mengimbau masyarakat untuk beralih dari penggunaan air tanah ke air bersih perpipaan. "Selain suplai air yang lebih stabil, penggunaan air bersih perpipaan juga dapat mengurangi potensi penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air tanah berlebih," tandasnya.