Betrand Peto dan kuasa hukumnya melakukan jumpa pers di Jakarta Barat pada Senin (14/9/2026). Foto: Hosana Solagracia Sifra/kumparanKasus dugaan TPKS yang menyeret nama Betrand Peto menjadi berita populer hari ini, Senin (14/9).Selain itu, ancaman pencabutan kewarganegaraan pembuat film NAZA oleh Israel juga menjadi sorotan. Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.1. Jelaskan Kejadian Dugaan TPKS, Betrand Peto Bantah dalam Pengaruh AlkoholBetrand Peto menghadiri jumpa pers di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (14/9/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparanPenyanyi Betrand Peto akhirnya buka suara terkait tudingan miring dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang menyeret namanya. Dalam konferensi pers, cowok yang akrab disapa Onyo ini secara blak-blakan menceritakan kronologi kejadian di tempat karaoke. Ia menegaskan tidak mengenal pelapor berinisial ANW dan mengaku kaget saat tiba-tiba bajunya ditarik oleh rekan pelapor yang sedang emosi hingga memicu keributan di lokasi.Betrand juga menjelaskan kalau dirinya sama sekali tidak berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian tersebut berlangsung. Baginya, kunjungan ke tempat karaoke itu murni untuk melepas penat bersama teman-temannya setelah lelah seharian syuting. Demi membuktikan dirinya tidak bersalah, Betrand mengaku siap kooperatif dan mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku.2. Betrand Peto Ngaku Tak di Bawah Pengaruh Alkohol Saat di TKPBetrand Peto dan kuasa hukumnya melakukan jumpa pers di Jakarta Barat pada Senin (14/9/2026). Foto: Hosana Solagracia Sifra/kumparanBetrand Peto secara tegas menepis tuduhan kalau dirinya melakukan tindakan asusila kepada perempuan yang tidak dikenalnya di lokasi kejadian. Onyo mengungkapkan bahwa dia selalu berusaha menjaga nama baik diri sendiri dan orang tuanya, sehingga tidak mungkin bertindak nekat seperti yang dituduhkan. Fokus utamanya saat berada di tempat hiburan tersebut hanyalah bersenang-senang menyanyi bersama rekan-rekannya dan tidak memperhatikan kehadiran orang lain.Menanggapi masalah yang sedang membelit sang anak, Ruben Onsu sebagai ayah langsung memberikan nasihat khusus agar Onyo lebih berhati-hati dalam bergaul ke depannya. Sementara itu, tim kuasa hukum Betrand, Timoty Ezra Simanjuntak, meminta publik agar tidak melakukan penghakiman sepihak lewat media dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah hingga semua bukti lengkap diuji di hadapan hukum.3. Kuasa Hukum Bantah Betrand Peto Lakukan Kekerasan SeksualBetrand Peto dan kuasa hukumnya melakukan jumpa pers di Jakarta Barat pada Senin (14/9/2026). Foto: Hosana Solagracia Sifra/kumparanTim kuasa hukum Betrand Peto, Joseph Erliyanto, memberikan bantahan keras mengenai dugaan pelecehan seksual di depan toilet yang dituduhkan kepada kliennya. Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, pihak kuasa hukum memastikan bahwa klaim tersebut sama sekali tidak benar dan tidak pernah terjadi tindakan pemaksaan fisik oleh Betrand.Terkait adanya luka memar yang dialami oleh pelapor, tim hukum menduga luka tersebut disebabkan oleh insiden lain saat pelapor terjatuh atau ketika mencoba melerai keributan, bukan karena tindakan kekerasan dari kliennya. Di sisi lain, kuasa hukum korban sendiri diketahui telah resmi melaporkan Betrand ke Polda Metro Jaya dengan sangkaan pasal berlapis, yaitu Pasal 473 KUHP tentang pemerkosaan serta Pasal 6 UU TPKS tentang pelecehan seksual fisik.4. Kasus Dugaan TPKS Betrand Peto Berlanjut, Korban Jalani PemeriksaanKonferensi pers korban TPKS Betrand Peto di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparanKasus hukum yang menyeret nama Betrand Peto tampaknya terus bergulir panas. Korban berinisial ANW bersama seorang korban lain berinisial DYP terlihat mendatangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya untuk menjalani proses pemeriksaan perdana. Didampingi oleh tim kuasa hukumnya, kedua korban memilih untuk irit bicara kepada awak media yang sudah menunggu di lokasi.Kuasa hukum korban menyatakan bahwa fokus utama kliennya saat ini adalah memenuhi panggilan penyidik terlebih dahulu agar berita acara pemeriksaan bisa segera rampung sebelum mereka memberikan keterangan resmi. Laporan polisi yang dilayangkan sejak 12 September ini memang cukup serius karena menyangkut pasal berat, yakni dugaan kekerasan seksual fisik dan pemaksaan yang diatur dalam UU TPKS serta KUHP Baru.5. Menteri Kebudayaan Israel Ancam Cabut Kewarganegaraan Pembuat Film NAZAJurnalis dan sutradara Rachel Szor bersama jurnalis dan pembuat film Yuval Abraham menghadiri karpet merah pemutaran film Naza di Festival Film Internasional Venesia ke-83, Italia, Kamis (10/9/2026). Foto: Tiziana Fabi/AFPMenteri Kebudayaan Israel, Miki Zohar, mendadak bikin geger publik setelah melayangkan ancaman keras untuk mencabut status kewarganegaraan dua sineas asal negaranya, Yuval Abraham dan Rachel Szor. Kemarahan Zohar dipicu oleh perilisan film dokumenter terbaru mereka berjudul NAZA yang dinilai telah mendiskreditkan dan mengkhianati tanah air mereka sendiri demi mendapatkan apresiasi di kancah internasional.Film dokumenter berdurasi 80 menit ini memang sukses mencuri perhatian global setelah mendapatkan standing ovation tanpa henti selama 25 menit di ajang bergengsi Venice Film Festival 2026. Karya investigatif tersebut berani menyoroti sisi sensitif penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh militer Israel dalam menentukan target serangan udara di Jalur Gaza berdasarkan kesaksian rahasia para personel militer dan intelijen mereka.