Heboh Parade Satanis di Pekalongan: 1 Peserta Meninggal, Tim Kreatif Minta Maaf

Wait 5 sec.

Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/26) Foto: Instagram/@pekalonganinfoSimbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah beredar video penampilan salah satu kontingen yang dinilai bernuansa satanis.Dalam video yang beredar, peserta terlihat mengenakan kostum menyerupai monster atau iblis. Mereka juga membawa peti dengan simbol pentagram dan menampilkan adegan penyembelihan kambing.Kontroversi kemudian berkembang setelah salah satu peserta karnaval, Ahmad Faiz (40), meninggal dunia setelah mengikuti acara tersebut. Namun, polisi memastikan Faiz tidak meninggal saat tampil dalam karnaval. Ia pulang ke rumah setelah acara dan meninggal beberapa jam kemudian. Polisi menyebut dugaan awal kematian Faiz berkaitan dengan kelelahan.Di tengah sorotan tersebut, panitia dan tim kreatif memberikan penjelasan. Tim kreatif bahkan menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul.Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/26) Foto: Instagram/@pekalonganinfoTim Kreatif Minta Maaf, Akui Kurang LiterasiTim kreatif kontingen yang penampilannya ramai dikaitkan dengan satanisme akhirnya menyampaikan permohonan maaf.M Khalid, perwakilan tim kreatif, mengatakan konsep penampilan tersebut terinspirasi dari kostum yang dianggap unik. Kostum itu disewa dari Malang, kemudian idenya diadaptasi untuk pertunjukan di Pekalongan."Untuk tema yang ramai saat ini, kami dari perwakilan tim meminta maaf. Kami menyesal karena kami kurang literasi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada pihak-pihak yang tersinggung atas performa kami di atas panggung maupun di depan panggung," ucap Khalid, Senin (14/9).Khalid menjelaskan koreografi pertunjukan juga tidak dibuat berdasarkan ritual tertentu. Gerakan tersebut diperoleh dari berbagai referensi pertunjukan karnaval yang mereka lihat di YouTube."Ide itu dari kita melihat kostum unik, lalu kita sewa dan kita tiru idenya. Kita menyewanya dari Malang," jelas dia."Gerakannya kita latihan dengan teman-teman. Referensinya kita melihat dari YouTube, dari performa di berbagai karnaval di daerah Malang, daerah Magelang, dan sebagainya. Kita gabungkan menjadi satu," imbuh dia.Khalid juga membantah penyembelihan kambing yang ditampilkan dalam parade berkaitan dengan ritual satanis."Untuk kambing itu memang dari kami ada rencana menyembelih kambing untuk acara rahatan bersama setelah acara selesai. Tidak ada maksud ritual apa pun. Kita tidak tahu soal itu. Untuk penyembelihan kambing itu murni untuk kita rahatan bersama setelah acara," tegas dia.Ia mengaku tim tidak mengetahui bahwa konsep yang mereka tampilkan memiliki kemiripan dengan ritual satanis."Kalau awalnya kita tidak tahu mengenai apa itu ritual satanis. Kita hanya melihat apa yang menurut kita unik dari festival lain, lalu kita sewa dan kita adaptasi di sini," kata dia.Kunjungan polisi ke rumah duka peserta parade yang meninggal dunia usai ikuti kegiatan Simbang Kulon Night Carnival di Simbang Kulon Pekalongan, Minggu (13/9/2026). Foto: Dok. IstimewaPanitia: Tujuannya Hanya Hiburan WargaKetua Panitia SKNC 2026 Mahsun juga membantah parade tersebut merupakan ritual satanis.Menurut Mahsun, peserta karnaval berasal dari warga Simbang Kulon. Mereka merupakan pemuda dan perwakilan remaja dari masing-masing musala di kelurahan tersebut."Peserta karnaval itu kan dari warga Simbang Kulon sendiri, dari pemuda-pemuda se-Kelurahan Simbang Kulon. Perwakilan remaja masing-masing musala," ujar Mahsun.Setiap kelompok peserta, kata dia, memiliki tema yang berbeda sesuai dengan kreativitas masing-masing."Temanya macam-macam, kreasi masing-masing remaja," ujarnya.Mahsun kembali menegaskan tidak ada ritual satanis dalam kegiatan tersebut."Oh tidak (satanis). Itu biasa saja. Artinya memang itu hanya biasa-biasa saja. Kita enggak tahu, panitia ataupun peserta itu enggak tahu kalau itu satanik dan sebagainya. Kita hanya tujuannya menghibur warga, menghibur masyarakat," tegas Mahsun.Menurut Mahsun, peserta yang menampilkan kostum dan adegan tersebut juga tidak mengetahui bahwa konsep yang mereka tampilkan dianggap menyerupai ritual satanis."Lah, kostum itu memang kostumnya semacam itu. Tapi itu temanya apa, dari pihak yang bersangkutan itu kan enggak ada tahu kalau itu temanya satanik, temanya apa," ungkap Mahsun.Mahsun mengatakan acara tersebut telah mendapatkan izin dari kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kapolres juga disebut hadir dalam acara tersebut."Keramaian itu kita kan pada dasarnya sudah izin ke Polres, sudah ngasih surat ke Pemkab. Kita sudah secara administrasi kita sudah izin. Bahkan Kapolres kan hadir di panggung," tuturnya.Ia meminta masyarakat tidak membuat spekulasi terkait acara tersebut."Makanya kadang yang tidak melihat langsung di lapangan itu beda dengan yang disampaikan. Kadang itu semacam itu. Ya, kita karnaval karena mungkin terlalu heboh, terlalu ramai, akhirnya ya mungkin muncul berita yang rasane kurang sedep, kurang enak, dan lain sebagainya," kata Mahsun.Karnaval Bagian dari Peringatan Maulid NabiSKNC 2026 digelar pada Kamis (10/9) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan khitanan massal di Simbang Kulon.Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-61. Selain parade busana dan pertunjukan, acara juga menampilkan kesenian daerah, drumband, pawai ogoh-ogoh, hingga pertunjukan sound horeg.Ketua panitia mengatakan sebanyak 25 barisan mengikuti karnaval. Masing-masing berasal dari 25 musala yang ada di Kelurahan Simbang Kulon.Tema SKNC 2026 adalah "Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran", yang kurang lebih berarti bersatu dalam budaya dan mempererat tali persaudaraan.Pembukaan karnaval juga dihadiri Plt Bupati Pekalongan Sukirman. Ia menghadiri kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/26) Foto: Instagram/@pekalonganinfoSoal Kambing, Panitia: Bukan TumbalAdegan penyembelihan kambing menjadi salah satu bagian yang paling banyak diperbincangkan dari video parade.Mahsun menjelaskan kambing tersebut memang disiapkan untuk konsumsi setelah acara. Ia membantah kambing itu digunakan sebagai tumbal."Kambingnya itu disembelih kan memang untuk kegiatan makan-makan setelah acara," ujar Mahsun."Bukan (buat tumbal), buat makan setelah acara," jelasnya.Mahsun juga memberikan penjelasan mengenai kepala kambing yang terlihat dibawa dalam pertunjukan."Kita membawa kepala sendiri. Itu ditunjukkan bahwa seakan-akan kepala milik kambing itu. Padahal kan bukan," jelasnya.Ia kembali menegaskan seluruh peserta merupakan warga Simbang Kulon, termasuk pemuda dan perwakilan remaja dari masing-masing musala."Peserta karnaval itu kan dari warga Simbang Kulon sendiri, dari pemuda-pemuda se-Kelurahan Simbang Kulon. Perwakilan remaja-remaja masing-masing musala," ungkapnya.Plt. Bupati Sukirman hadiri karnaval Maulid Nabi atau Simbangkulon Night Carnival (SKNC), Kamis (10/9/2026). Foto: Setda Pemkab PekalonganPeserta Meninggal Usai Pulang dari KarnavalKontroversi karnaval juga diwarnai kabar meninggalnya salah satu peserta, Ahmad Faiz (40).Polisi meluruskan narasi bahwa Faiz meninggal mendadak ketika mengikuti karnaval. Berdasarkan keterangan polisi, Faiz masih sempat berbincang dengan teman-temannya setelah acara selesai.Pada Kamis (10/9) sekitar tengah malam, Faiz mampir ke rumah pamannya di Simbang Kulon. Ia bahkan masih sempat membelikan teh untuk pamannya."Masih sempat ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya, bahkan masih sempat membelikan teh untuk pamannya. Sekitar pukul 02.30 WIB Ahmad Faiz izin pamit pamannya untuk pulang ke rumahnya untuk tidur karena lelah," kata Kasi Humas Polres Pekalongan Kota Iptu Purno Utomo.Sekitar pukul 04.00 WIB, istri Faiz mendapati suaminya bernapas tersengal-sengal. Keluarga kemudian berupaya membawanya mendapatkan pertolongan medis.Namun, Faiz meninggal sebelum dibawa ke rumah sakit."Akan tetapi saat hendak dibawa menggunakan kendaraan bermotor ternyata Ahmad Faiz sudah meninggal dunia," ucap Purno."Dari pihak keluarga telah mengikhlaskan meninggalnya Faiz dan tidak bersedia dilakukan autopsi," tambahnya.Polisi menyebut dugaan awal kematian Faiz berkaitan dengan kelelahan dan bukan terjadi ketika ia sedang mengikuti karnaval."Iya info awal tidak terkait, meninggal dunianya sudah di rumah. Sudah tidur. Kelelahan," kata Purno.Ilustrasi Setanis. Foto: Raland/ShutterstockPolisi Dalami Kontroversi KarnavalPolisi masih memantau dan mendalami penyelenggaraan karnaval yang menjadi sorotan tersebut.Selain persoalan penampilan yang dianggap bernuansa satanis, polisi juga sebelumnya menerima informasi mengenai dugaan perselisihan atau pemukulan yang terjadi di sekitar rangkaian acara.Kapolsek Buaran AKP Sunarto mengatakan pihaknya masih menyelidiki dugaan pemukulan tersebut."Kalau soal pemukulan, ini sedang kita selidiki. Nanti kita panggil saksi-saksi terlebih dahulu. Kemudian untuk sementara korban belum melaporkan," ujar Sunarto.