Bengkel Velg Mulai Banyak Dikunjungi Pemilik Mobil Listrik, Apa Sebabnya?

Wait 5 sec.

Ilustrasi velg baret/lecet. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanPopulasi mobil listrik di jalanan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Namun seiring berjalannya waktu, beberapa bengkel reparasi velg mulai menerima lebih banyak pemilik battery electric vehicle (BEV) perkara kaki-kakinya.Diwan, pemilik bengkel reparasi velg Eurovolution, mengatakan bahwa mobil setrum mulai ramai masuk ke bengkelnya sejak dua sampai tiga tahun belakangan. Mayoritas keluhannya seragam, yakni permukaan velg yang baret dan 'grepes'.“Banyak sekali (konsumen EV) dan itu rata-rata velg bawaan pabrik. Dari sananya model finishing diamond cut, kalau sudah baret atau 'grepes' nggak bisa diperbaiki sembarangan, nggak bisa cuma dipoles atau diamplas," buka Diwan kepada kumparan saat ditemui di Condet, Jakarta Timur pekan lalu.Desain velg mobil listrik Chery Omoda E5. Foto: Fitra Andrianto/kumparanMenurutnya, desain velg EV juga ikut menyumbang potensi baret atau 'grepes' dalam penggunaan sehari-hari. Diwang bilang, mayoritas BEV punya permukaan velg rata tanpa bibir menonjol membuatnya langsung bersentuhan dengan benda keras di sekitar.“Biasanya baret, kalau peyang masih agak jarang, mungkin karena mobilnya masih baru. Baret bisa karena tersenggol motor, kena kerikil di jalan, kena pembatas jalan, atau saat belok tersentuh tembok dan pagar. Desain velg-nya juga rata, nggak ada bibir pelindungnya, jadi gampang baret,” jelasnya.Ukuran velg yang besar juga menjadi salah satu faktor yang membuat kerusakan lebih mudah terjadi. Jarak antara velg dan permukaan jalan menjadi lebih dekat sehingga pengemudi perlu lebih berhati-hati saat berada di sisi jalan.BYD Seal 6 DM. Foto: Fitra Andrianto/kumparanBeberapa model mobil listrik juga tercatat lebih sering datang ke bengkelnya. Diwan menyebut, velg berpalang alias spoke serta desain yang melintir menjadi salah satu jenis yang cukup sering mengalami 'grepes'.“Yang cukup sering BYD Seal, apalagi yang ring 19, spoke-nya banyak dan agak melintir, jadi sering 'grepes'. Terus BYD Sealion, Hyundai IONIQ, Chery J6, dan Aion juga beberapa kali. Rata-rata velg mobil listrik memang diamond cut,” rincinya.Menurutnya, kerusakan tersebut bukan disebabkan kualitas material velg bawaan pabrik. Lecet biasanya muncul karena velg bersentuhan langsung dengan benda keras saat mobil digunakan.Untuk memperbaiki velg dengan finishing diamond cut, Diwan mengatakan harus pakai mesin khusus. Permukaan velg nantinya dibubut tipis untuk menghilangkan bagian yang rusak sekaligus mengembalikan pola seperti tampilan awal.Mesin diamond cut di bengkel Eurovolution, Condet, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan“Kami diamond cut di mesin sekitar tiga hari, setelah itu baru dipernis atau clear coat, lalu kami kabari konsumen kalau velg-nya sudah kembali seperti finishing pabrik,” imbuhnya.Adapun, biaya reparasi diamond cut ditentukan berdasarkan ukuran velg. Tarifnya Rp 650 ribu untuk ring 17 inci dan Rp 700 ribu untuk ring 18 inci, sudah termasuk pemasangan.Diwan menuturkan, beberapa model membutuhkan penanganan khusus sehingga tarifnya berbeda. Salah satunya BYD Sealion dengan ring 18 inci yang dikenakan biaya Rp 735 ribu per velg.