Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/ShutterstockPolda Banten menunggu hasil pencocokan DNA keluarga korban hilangnya kapal Arupadhatu 1 dengan sesosok mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.Mayat tersebut ditemukan di kawasan pesisir Desa Khayapu, Pulau Enggano, dan dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu pada Sabtu (12/9) sore.Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan autopsi terhadap mayat tersebut telah dilakukan. Polisi kini menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel dari keluarga korban yang hilang."Mayat tersebut sudah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat ke Polda Bengkulu. Hari ini sudah dilaksanakan autopsi, kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak," kata Maruli di posko pencarian di Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (14/9)."Kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar hasil cek DNA dari Polda Bengkulu," imbuhnya.Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea. Foto: Dok. Polda BantenMenurut Maruli, berdasarkan informasi dari Polda Bengkulu, mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi sekitar 165 sentimeter. Kondisi wajahnya sedikit rusak sehingga sulit dikenali."Hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenis kelamin mayat yang ditemukan di Pulau Enggano itu berjenis kelamin laki-laki, tinggi lebih kurang 165 centimeter, mukanya sedikit hancur, kulitnya biasa dan umur diperkirakan di atas 50 tahun," ungkap Maruli.Sementara itu, hingga hari ketujuh atau Senin (14/9), pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih belum membuahkan hasil.Operasi pencarian kemudian diperpanjang selama tiga hari ke depan.