Ilustrasi bagian CVT mobil matik. Foto: Fitra Andrianto/kumparanMobil bertransmisi CVT terasa nyaman dipakai harian karena perpindahan tenaganya halus tanpa hentakan. Kenyamanan itu datang bersama satu kelemahan, yaitu ketahanannya terhadap panas. Kondisi jalanan kota yang macet dan bersuhu tinggi membuat masalah tersebut makin terasa, salah satunya pada mobil Nissan.Feri Hanzah, pemilik bengkel spesialis Nissan dan Datsun Hanz Auto Service, mengatakan bahwa panas menjadi musuh utama transmisi jenis ini. Ia menawarkan pemasangan radiator tambahan bagi pemilik mobil yang ingin memperpanjang umur transmisinya."Kalau mau nambah biaya sedikit lagi, pakai cooler tambahan, seperti radiator tambahan di motor, tapi ini untuk mendinginkan oli CVT-nya,” kata Feri kepada kumparan saat ditemui di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (14/9).Proses servis Nissan March di Hanz Auto Service, Ciracas, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanUntuk pemasangan cooler tambahan tersebut, Feri mematok biaya mulai dari Rp 3,8 jutaan. Proses pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar satu hari sehingga konsumen masih dapat menunggu kendaraan di bengkel selama pengerjaan berlangsung.Adanya, pendingin tambahan ditujukan untuk membantu menjaga temperatur oli CVT selama mobil digunakan. Menurut Feri, suhu oli yang lebih dingin dapat membantu mengurangi beban kerja transmisi."Nanti kami kustom, dari saluran filter CVT-nya nanti dikeluarin dan dimasukin ke radiator kecil. Itu cukup membantu mendinginkan suhu pada bagian CVT," imbuhnya singkat.Bagi pemilik mobil dengan dana terbatas, Feri bilang masih ada cara lain yang lebih sederhana, yakni rutin mengganti oli secara berkala minimal dua tahun sekali. Ia menegaskan, pemilik mobil dengan transmisi CVT harus selalu sadar tentang perawatannya.Oli NS-3 untuk CVT mobil Nissan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan"Sekarang ganti CVT itu biayanya Rp 15 juta sampai Rp 20 jutaan. Untuk kenyamanan kita, cuma ganti oli CVT 4 liter dengan harga sekitar Rp 1 jutaan. Lebih baik rutin ganti oli daripada harus keluar biaya besar ketika CVT sudah rusak," lanjutnya.Sebagai eks mekanik senior Nissan dari tahun 2010-2021, Feri menyarankan pemilik mobil CVT memberi waktu istirahat setelah kendaraan digunakan dalam kondisi berat, seperti menghadapi kemacetan atau tanjakan panjang.Macet dan tanjakan membuat proses pendinginan alami menjadi lebih terbatas. Mesin mobil setidaknya dimatikan selama minimal 30 menit setelah digunakan dalam kondisi berat. Feri bilang, oli CVT tetap bersirkulasi ketika mesin menyala meski tuas transmisi berada di posisi (P) atau (N).