Pram Kaji Usul CFD Sabtu-Minggu, Warga Dukung: Kurangi Polusi, Banyak Pilihan

Wait 5 sec.

Ayu dan Ika, warga yang rutin melakukan aktivitas olahraga di Car Free Day (CFD), Kawasan HR Rasuna Said, Jakarta, Minggu (20/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanWacana pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jakarta selama dua hari, Sabtu dan Minggu, mendapat respons positif dari warga. Mereka menilai penambahan hari CFD dapat memberi lebih banyak pilihan waktu bagi warga untuk beraktivitas sekaligus membantu mengurangi polusi.Hal itu disampaikan Ika (39) dan Ayu (35), warga yang menikmati CFD di kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (20/9) pagi."Setuju aja sih," kata Ika saat ditanya kumparan soal wacana CFD digelar dua hari.Ayu juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, pelaksanaan CFD pada akhir pekan dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul dan beraktivitas bersama."Iya. Setuju aja sih," ujar Ayu.Suasana Car Free Day (CFD) di Kawasan HR Rasuna Said, Jakarta, Minggu (20/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanIka menilai pelaksanaan CFD pada Sabtu dan Minggu juga dapat memberikan lebih banyak waktu bagi warga untuk menikmati kegiatan tersebut."Karena weekend juga sih ya," katanya.Keduanya juga menilai pelaksanaan CFD selama dua hari dapat membantu mengurangi polusi."Kurangin polusi," kata Ika dan Ayu.Selain itu, Ayu menilai warga tetap dapat menggunakan transportasi umum ketika sejumlah ruas jalan ditutup selama pelaksanaan CFD dan tidak terjadi penumpukan jumlah penumpang seperti hari biasa.Ika menambahkan, warga dapat menggunakan LRT untuk menunjang mobilitas selama CFD.Saat CFD, keduanya biasanya menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan bersama keluarga, mengajak anak-anak, dan mencari jajanan."Ya cuma jalan-jalan aja," kata Ayu."Nyenengin anak-anak. Cari jajanan," sambung Ika.Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanWarga Nilai CFD Dua Hari Bisa Bagi KeramaianWarga lainnya, Reza (40), juga mendukung wacana CFD digelar dua hari dalam sepekan. Menurutnya, penambahan hari dapat memberi lebih banyak pilihan waktu, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas pada salah satu hari akhir pekan."Oke sih, malah lebih bagus. Maksudnya pilihan hari tuh banyak, buat yang bekerja apalagi ya. Anak sekolah juga Sabtu-Minggu udah libur tuh," kata Reza.Menurut Reza, pelaksanaan CFD selama dua hari juga dapat mencegah warga menumpuk pada satu hari."Jadi enggak terkumpul di satu hari aja," ujarnya.Reza, warga yang rutin melakukan aktivitas olahraga di Car Free Day (CFD), Kawasan HR Rasuna Said, Jakarta, Minggu (20/9/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanReza menilai jumlah lokasi CFD di Jakarta yang telah tersedia juga memungkinkan pelaksanaan CFD dibagi lebih merata."Ini titik buat CFD-nya kan udah nambah nih, kalau di Jakarta sendiri kan Senayan, HI, sini satu nih. Nah itu udah lumayan terbagi nih. Kalau bagus lagi dua hari, tambah bagus lagi, jadi gak numpuk satu hari. Itu HI udah penuh itu," katanya.Reza sendiri biasanya memanfaatkan CFD untuk berolahraga, kulineran, dan berkumpul bersama teman atau keluarga."Ya selain kulineran, olahraga sih yang utama," ujarnya.Dia menilai kawasan GBK atau Senayan juga memiliki sejumlah pilihan aktivitas yang dapat dinikmati warga saat CFD."Lebih banyak pilihannya. Dibanding HI kan situ doang. Kalau GBK kita kan bisa ke stadionnya dalamnya kan. Hutan kotanya ada, ya kan? Lebih banyak pilihannya," jelas Reza.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin apel Jaga Jakarta bersama Jakmania di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPemprov DKI Masih Pertimbangkan CFD Dua HariSebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI tengah mempertimbangkan usulan pelaksanaan CFD dua kali dalam sepekan, yakni Sabtu dan Minggu.Pramono menyebut usulan tersebut telah dibahas secara internal di Balai Kota dan dinilai cukup rasional."Yang pertama, saya sudah membaca usulan tersebut dan sebenarnya usulan itu cukup rasional. Maka di internal Balai Kota, kami sudah melakukan pembahasan. Nanti pada saatnya tentunya kita putuskan," kata Pramono di Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).Menurut Pramono, usulan tersebut masih akan dipertimbangkan oleh Pemprov DKI Jakarta sebelum proses pengambilan keputusan dilakukan."Usulan itu tentunya kami akan pertimbangkan dan pada saatnya kami putuskan," katanya.