Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memberikan sambutan dalam agenda pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia sekaligus Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi dalam pertemuan di Gedung DPP Partai NasDem Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparanKetua Umum Partai NasDem Surya Paloh menanggapi adanya usulan model baru pencalonan presiden setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus presidential threshold 0 persen. Dia mengaku mendengar ada masukan agar calon presiden minimal mendapat dukungan dari dua fraksi di DPR.“Saya mendengar ada masukan yang jelas bahwasanya pergantiannya model daripada dukungan pada presiden itu adalah berdasarkan dukungan sedikit-dikitnya dua fraksi,” kata Surya Paloh usai acara di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).Paloh menyampaikan hal tersebut ketika ditanya mengenai sikap partainya terhadap putusan MK yang menetapkan ambang batas pencalonan presiden menjadi 0 persen pada tahun 2025.Dia tidak menjelaskan lebih jauh siapa yang mengusulkan model tersebut. Namun, menurutnya, usulan tersebut baik. Dia menilai dukungan minimal dari dua fraksi pada dasarnya tetap membutuhkan dukungan suara tinggi, terlebih jika parliamentary threshold juga dinaikkan.“Menurut saya itu baik, sama aja sebenarnya, dua fraksi kalau parliamentary threshold-nya tinggi kan, suaranya tinggi juga kan,” jelasnya.