Ilustrasi Anak Flu Foto: ShutterstockIkatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap musim kemarau sebagai penyebab utama meningkatnya penularan influenza.Penasihat Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, Anggraini Alam, menerangkan kondisi yang justru perlu diwaspadai adalah kebiasaan berkumpul di ruangan tertutup dengan ventilasi yang minim.“Kemarau itu bukan merupakan suatu kondisi yang menyebabkan lonjakan, tetapi lebih karena berkumpul dan lupa untuk melakukan hygiene, merapikan hygiene,” kata Anggraini dalam seminar media IDAI, dikutip Sabtu (19/9).Menurut Anggraini, influenza memang dapat bersirkulasi sepanjang tahun di negara tropis seperti Indonesia. Namun, penularan dapat meningkat ketika masyarakat lebih banyak beraktivitas dan berkumpul di dalam ruangan.Anggraini mencontohkan kebiasaan masyarakat yang memilih berada di ruangan berpendingin (AC) saat cuaca panas. Kondisi tersebut, menurut dia, dapat menjadi persoalan ketika ventilasi ditutup dan banyak orang berada di dalam ruangan yang sama.“Kita ini sekarang perempuan-perempuan ibu-ibu suka takut panas keluar, jadi ramai-ramai di dalam ruangan. Enggak enak panas, pakai AC, ditutup. Sekolah, daycare, semuanya ditutup. Satu sakit, sehari sebelumnya sudah menularkan di berbagai permukaan,” terang dia.Meski begitu, dia menegaskan penggunaan AC bukan secara langsung menyebabkan influenza. Risiko penularan itu muncul ketika ada orang yang terinfeksi dan berada bersama orang lain dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik.“Bukan aircon-nya, tetapi karena ventilasinya ditutup semua, banyak orang yang enak di situ, ya sudah, tertular deh flunya,” katanya.Dalam kesempatan itu, Anggraini juga menerangkan influenza dapat menular secara langsung maupun tidak langsung.“Namanya penularannya bisa langsung, bisa enggak langsung. Karena kita bersin tangan kita pegang laptop, pegang HP, pegang knop dari pintu, segala macam itu bisa menularkan,” contoh dia.Karena itu, dia mengingatkan masyarakat untuk menerapkan etika batuk, mencuci tangan, menggunakan masker ketika sakit, serta menghindari menyentuh hidung, mata, dan mulut.“Kalau batuk tutup, pakai masker yang sakit, cuci tangan yang baik, jangan pegang hidung, mata, mulut karena nanti mudah menular, tisu habis dipakai dibuang tutup, hati-hati jarak setidaknya 1 meter,” tutur Anggraini.Menurut dia, upaya pencegahan juga perlu dilakukan dengan memperbaiki sirkulasi udara di dalam ruangan. Orang yang sedang sakit pun sebaiknya tidak beraktivitas di sekolah maupun tempat kerja untuk mengurangi risiko penularan.“Nah, kalau musim kemarau ini tinggi, kita perbaiki dengan ventilasi makin bagus, hand hygiene-nya, yang sakit itu jangan masuk sekolah atau ngantor,” ujarnya.Selain kondisi ruangan, Anggraini mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kualitas udara. Dia menyebut polusi dapat meningkatkan kejadian influenza karena membuat saluran pernapasan lebih rentan terhadap infeksi.“Polusi itu memang mampu meningkatkan kejadian influenza karena masalah tidak hanya si virusnya, juga saluran napas menjadi lebih rentan untuk mengalami infeksi,” jelas Anggraini.