Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanKepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I, Sontang, dan Kepala Kantah Tangerang, Tardi, termasuk pihak yang diamankan oleh KPK pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) dan gratifikasi.Dalam OTT ini, KPK total mengamankan 17 orang, termasuk di antaranya terdapat Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Lampri.KPK belum menjelaskan konstruksi lebih lanjut mengenai kasus ini. Para pihak yang diamankan itu masih berstatus terperiksa.SontangSontang Coin Manurung, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Foto: https://kab-bogor.atrbpn.go.id/Sebelum menduduki jabatan Kepala Kantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung pernah mengemban beberapa posisi jabatan. Mulai dari Kepala Sub Seksi Pendaftaran Hak, Kepala Subseksi Peralihan, Pembebanan Hak dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Hak Tanah dan Pembinaan PPAT, Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan, serta Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran pada Kantor Pertanahan Kota Surabaya I.Selain itu, beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran pada Kantor Wilayah BPN Provinsi Jambi, Kepala Kantor Pertanahan Kota Jambi, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara.Sontang kemudian dilantik sebagai Kepala Kantah Kabupaten Bogor pada 18 Februari 2026.Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 31 Desember 2025 Sontang memiliki total harta kekayaan sebanyak Rp 4.157.687.286. Laporan disampaikan per 2 Maret 2026 selaku Kepala Kantor Pertanahan Jakarta Utara. Berikut rinciannya:Tanah dan bangunan sebanyak 9 aset di Surabaya nilainya Rp 3.199.000.000.Kendaraan berupa dua mobil senilai total Rp 625.000.000.Harta bergerak senilai Rp 182.000.000Kas dan setara kas senilai Rp 151.687.286.Total Rp 4.157.687.286TardiTardi, Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Foto: https://kot-tangerang.atrbpn.go.id/Tardi langsung memulai kariernya di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Ia pernah menjabat sebagai Kabid Pengadaan Tanah dan Pengembangan di bawah pimpinan Kakanwil BPN Provinsi Banten sebelum akhirnya dilantik sebagai Kepala Kantah Tangerang pada pertengahan Agustus 2025.Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 31 Desember 2025, Tardi memiliki total harta kekayaan sebanyak Rp 860.354.812. Laporan itu disampaikan per 4 Februari 2026.Harta tersebut terdiri atas dua aset tanah dan bangunan di Bogor senilai Rp 762.360.000 serta kas setara kas senilai Rp 97.994.812.OTT Pengurusan HGBOTT yang dilakukan KPK ini terkait dugaan korupsi pengurusan HGB. Total ada 17 orang yang diamankan dalam OTT, termasuk:Dirjen Kementerian ATR/BPN, Lampri;Eks Bupati Kebumen, Arif Sugianto;Ketua DPP Golkar, Fahd El Fouz;Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto Pitojo Adhi.Dalam OTT, KPK menemukan 20 koper berisi uang ratusan miliar yang diduga terkait perkara. KPK belum menjelaskan lebih lanjut mengenai konstruksi perkara ini. Para pihak yang diamankan itu belum berkomentar mengenai OTT KPK."Adapun peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan proses pengurusan HGB, Hak Guna Bangunan, di wilayah Kabupaten Bogor dan juga terkait dengan adanya dugaan penerimaan-penerimaan lainnya," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo.Reporter: Nabilah Siti Nurhikmah