Velg Mobil Peyang Tak Selalu Kelihatan, Begini Gejalanya Saat Berkendara

Wait 5 sec.

Ilustrasi velg mobil peyang atau penyok. Foto: Dok. Wheel Repair PerformanceVelg menjadi komponen mobil yang paling sering berhadapan langsung dengan kondisi jalan. Seiring pemakaian, perubahan bentuk pada velg tidak selalu terlihat secara kasat mata.Diwan, pemilik bengkel reparasi velg Eurovolution, mengungkapkan bahwa gejala pada velg depan maupun belakang memiliki ciri yang tidak sama. Pengemudi bisa membaca perbedaannya tanpa perlu turun dari kendaraan.“Kalau velg depan bermasalah, terasa di setir, agak goyang. Kalau di belakang, mobilnya terasa kurang enak dan agak membuang," katanya saat ditemui kumparan di Condet, Jakarta Timur, Kamis (10/9).Diwan menuturkan, gejala tersebut sering lebih dulu tertangkap oleh pengguna jalan lain yang berada di sekitar kendaraan. Umumnya saat berotasi akan terlihat putarannya yang kurang presisi.Proses press velg mobil di bengkel Eurovolution, Condet, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanPemilik mobil yang menerima informasi semacam itu disarankan langsung membawa kendaraannya ke bengkel. Kepastian kondisi velg diperoleh setelah ban dilepas dan velg diputar di atas mesin. Bengkel biasanya memiliki mesin press dengan satuan milimeter untuk pemeriksaan.“Misalnya velg goyang dan setir bergetar di kecepatan 100 km/jam ke atas. Di sini kami prosesnya mulai dari press dulu, lalu balancing, biasanya getarannya hilang. Begitu ban dilepas dari velg, titik keseimbangannya sudah berubah, jadi pasti kami balancing ulang,” jelas Diwan.Ia menyampaikan, getaran yang masih tersisa setelah dua tahap itu memerlukan penanganan lanjutan bernama finish balance. Metodenya berbeda dengan balancing biasa lantaran dikerjakan tanpa melepas roda dari kendaraan. Pengerjaannya memakai mesin khusus yang ditempelkan ke roda dalam posisi terpasang.Proses balancing velg mobil di bengkel Eurovolution, Condet, Jakarta Timur. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanDi sisi lain, ada sebagian pemilik mobil yang menyamakan keluhan getaran tersebut dengan kebutuhan spooring. Menurut Diwan, layanan itu memiliki ranah pengerjaan yang terpisah dari kondisi velg.“Spooring itu bukan urusan velg, melainkan setelan alignment kaki-kaki mobil. Bagian yang disetel itu camber, toe, dan caster. Biasanya spooring dilakukan setelah membongkar kaki-kaki, memperbaiki shock breaker, atau mengganti per, karena sudutnya berubah,” terangnya.Tak hanya itu, kondisi shock breakter ternyata juga bisa menyebabkan velg mobil bermasalah. Diwan menyarankan pemilik mobil untuk memeriksa kaki-kaki secara berkala guna memutus kerusakan yang nantinya bisa menjalar ke bagian velg.“Shock breaker jangan mati, buru-buru diberesin kalau shock breaker mati. Lama-lama berpengaruh ke velg, ban bergelombang bisa bikin velg peyang saat kena sesuatu. Kalau dibiarkan, ban baru pun bisa jadi tidak bulat lagi, kalau diraba dengan tangan terasa bergelombang,” tandasnya.